Maybrat, wabumpapua.com – Wakil Bupati Kabupaten Maybrat, Ferdinando Solossa, secara resmi meletakkan batu pertama pembangunan Tugu Pekabaran Injil di Kampung Jitmau dan Ikuf, Distrik Insiyk, pada Selasa, 17 Desember 2025.
Peletakan batu pertama ini dilaksanakan dalam rangka memperingati 77 tahun masuknya Injil di Kampung Jitmau dan Ikuf. Kegiatan diawali dengan ibadah syukur yang berlangsung khidmat sebagai ungkapan syukur atas karya Tuhan yang telah membawa terang, perubahan rohani, dan peradaban bagi masyarakat setempat sejak Injil pertama kali diberitakan.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Ferdinando Solossa menegaskan bahwa pembangunan Tugu Pekabaran Injil bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan simbol iman, sejarah, dan peradaban yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang. Pembangunan tugu pekabaran injil dikampung jitmau dan Ikuf oleh Nabot Ginuni dan Titus Ergor
“Kita patut mengucap syukur kepada Tuhan, karena dari Januari hingga 17 Desember 2025, Tuhan masih menyertai kita. Hari ini kita menciptakan satu momentum peradaban baru bagi generasi Jitmau dan Ikuf,” ujar Wakil Bupati.
Ia menyampaikan bahwa berkat yang diterima hari ini merupakan buah dari iman dan pengorbanan para orang tua serta para penginjil yang pertama kali membawa Injil ke wilayah tersebut. Oleh karena itu, menurutnya, generasi masa kini memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan melanjutkan warisan iman tersebut.
“Pertanyaannya adalah, apa yang akan dilakukan generasi hari ini untuk 77 tahun ke depan? Pembangunan tugu ini menjadi kesaksian iman dan peringatan bagi generasi mendatang agar tidak melupakan kasih karunia Tuhan,” tegasnya.
Wakil Bupati juga mengajak seluruh masyarakat untuk melakukan refleksi iman dan evaluasi kehidupan, di tengah berbagai tantangan sosial yang semakin kompleks, seperti pergeseran nilai, penyalahgunaan minuman keras, dan melemahnya keteladanan hidup.
Ia menekankan bahwa banyaknya pembangunan gereja harus sejalan dengan kualitas kehidupan iman dan moral umat.
“Tantangan iman kita hari ini sangat nyata. Jika tidak bertobat dan tidak sadar, ancamannya adalah kehancuran kehidupan. Tugu ini harus menjadi tempat doa, pergumulan, dan kebangkitan generasi,” katanya.
Menurutnya, lokasi pembangunan tugu ini sangat strategis dan diharapkan menjadi pusat rohani yang memancarkan nilai-nilai kasih, persatuan, dan hikmat bagi masyarakat Maybrat.
Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati juga menegaskan bahwa dukungan dana pemerintah daerah untuk pembangunan tugu bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2025, sehingga ia meminta panitia pembangunan untuk bekerja secara cepat, transparan, dan akuntabel.
Ia mengingatkan agar progres pembangunan dipacu sesuai ketentuan, mengingat adanya pengawasan dari lembaga pemeriksa keuangan.
“Dana ini harus digunakan dengan baik dan tepat waktu. Jangan sampai terlambat, karena ini menyangkut pertanggungjawaban anggaran negara,” tegasnya.
Kegiatan peletakan batu pertama ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah sebagai wujud syukur atas terselenggaranya acara bersejarah tersebut. Pembangunan Tugu Pekabaran Injil ini diharapkan menjadi monumen rohani dan sejarah, sekaligus sarana edukasi iman bagi generasi muda di Kampung Jitmau dan Ikuf.




komentar terbaru