Maybrat,wabumpapua.com— Pemerintah Kabupaten Maybrat melalui Dinas Ketahanan Pangan kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya mama-mama Papua, dengan menyalurkan bantuan modal usaha pangan lokal senilai Rp300 juta kepada 60 pelaku usaha di 24 distrik dan 259 kampung se-Kabupaten Maybrat, Senin (22/12/2025).
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Maybrat Karel Murafer bekerja sama dengan Bank Papua, sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis pangan lokal.
Dalam sambutannya, Bupati maybrat Karel Murafer menegaskan bahwa bantuan sebesar Rp5 juta per penerima bukanlah dana kecil jika dimanfaatkan dengan baik dan penuh tanggung jawab.
“Kalau di Pulau Jawa, uang Rp5 juta bisa berkembang jadi puluhan bahkan ratusan juta karena dikelola dengan serius. Masalah kita di Maybrat bukan karena tidak ada bantuan, tapi karena belum ada kemauan dan kreativitas untuk mengembangkan usaha,” tegas Bupati.
Ia mengingatkan agar bantuan pemerintah tidak habis untuk konsumsi sesaat, melainkan diputar untuk usaha produktif seperti beternak ayam kampung, babi, kambing, budidaya ikan, berkebun sayur, hingga pengolahan pangan lokal.
Bupati juga menyoroti potensi ikan gabus (ikan Gastor) yang memiliki nilai ekonomi dan kesehatan tinggi, bahkan bisa dipasarkan hingga ke Sorong dan luar daerah.
“Ikan gabus itu obat, luka operasi cepat sembuh. Nilainya tinggi. Kalau kita niat, itu bisa jadi sumber ekonomi besar,” ujarnya.
Bupati Karel Murafer dengan tegas mengingatkan agar masyarakat tidak terus bergantung pada bantuan pemerintah.
“Kalau sudah dibantu tapi tidak berkembang, ke depan bantuan bisa dialihkan ke kampung lain yang benar-benar mau kerja dan berkembang,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk mulai mengatur keuangan keluarga, memprioritaskan kebutuhan dasar seperti pendidikan anak, kesehatan, listrik, air, dan tabungan, serta mengurangi beban sosial yang tidak produktif.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Maybrat, Korneles Naa, dalam laporannya menjelaskan bahwa bantuan tahun 2025 ini merupakan penyaluran tahap kedua, setelah pada tahun sebelumnya disalurkan bantuan senilai Rp150 juta kepada 43 pelaku usaha.
“Tahun ini kita tingkatkan menjadi Rp300 juta dan menyasar 60 pelaku usaha yang terbagi dalam tiga kategori,” jelas Korneles.
Adapun tiga kategori penerima bantuan meliputi Pedagang pangan lokal di sepanjang jalan (sayur, keladi, pisang, buah-buahan). Pengolah pangan lokal menjadi produk turunan seperti kacang merah dan kacang tanah.
Petani lahan pangan seperti tomat, cabai, dan keladi di wilayah pinggiran.
Menurut Korneles, penyaluran kali ini dilakukan melalui rekening bank sesuai aturan administrasi, sehingga dana langsung masuk ke rekening masing-masing penerima.
“Walaupun nilainya kecil, kami harap bantuan ini menambah semangat mama-mama untuk tetap konsisten menyediakan pangan lokal bagi masyarakat Maybrat,” tutupnya.
Sebanyak 60 pelaku usaha mewakili 24 distrik, dari Aitinyo Raya,Ayamaru Raya, Aifat Raya dan yumasssesss raya hadir melalui perwakilan kepala kampung untuk menerima bantuan secara simbolis. Selanjutnya, dana akan langsung ditransfer ke rekening masing-masing penerima.
Pemerintah Kabupaten Maybrat berharap program ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi keluarga, mengurangi kemiskinan, dan membangun kemandirian pangan berbasis potensi lokal di wilayah Maybrat.




komentar terbaru