Maybrat, wabumpapua.com – Wakil Bupati Maybrat, Ferdinando Solossa, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Maybrat. Sidak ini dilakukan dalam rangka pengawasan langsung terhadap disiplin aparatur sipil negara (ASN) serta optimalisasi pelayanan publik.

Dalam keterangannya kepada media, Wakil Bupati menegaskan bahwa tugas utama wakil bupati adalah membantu bupati dalam bidang pengawasan penyelenggaraan pemerintahan, baik pada level pejabat eselon II, III, dan IV, maupun hingga ke tingkat kampung dan distrik.
“Kami sudah hampir satu tahun memimpin Kabupaten Maybrat. Dari hasil monitoring dan inspeksi hari ini, ditemukan beberapa OPD yang sama sekali tidak dihadiri oleh pejabatnya saat jam kerja. Bahkan ada kantor yang sudah lama tidak difungsikan secara maksimal,” ungkap Ferdinando Solossa, Senin (19/1/2026).

Ia menyebutkan, ketidakhadiran pejabat di tempat tugas merupakan persoalan serius yang harus menjadi perhatian pemerintah daerah. Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung terhadap kinerja birokrasi dan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.
“Atas nama pasangan kepala daerah yang dipilih rakyat, tentu ini menjadi atensi serius.

Ke depan, kami akan melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk kemungkinan rotasi dan penyegaran jabatan. Rotasi adalah hal yang wajar dalam birokrasi untuk meningkatkan kinerja dan kedisiplinan,” tegasnya..

Menurut Wakil Bupati, rendahnya disiplin ASN juga dipengaruhi oleh lemahnya pembagian tugas, kurangnya pengawasan pimpinan, serta budaya kerja yang tidak sehat di beberapa unit kerja. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya kepatuhan staf terhadap pimpinan dan etika pemerintahan yang baik.
“Kita butuh ASN yang solid, kompak, disiplin, bertanggung jawab, serta bekerja dengan akuntabilitas dan transparansi. Tidak boleh ada bawahan yang justru mengendalikan pimpinan. Ini melanggar etika pemerintahan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ferdinando Solossa menyampaikan harapannya agar tahun kepemimpinan berikutnya menjadi momentum semangat baru bagi seluruh ASN di Kabupaten Maybrat. Pemerintah daerah, kata dia, membutuhkan kolaborasi lintas sektor, baik dengan tokoh adat, tokoh agama, maupun seluruh pemangku kepentingan, guna mewujudkan visi dan misi pembangunan daerah lima tahun ke depan.

“Kita ingin meninggalkan legacy pemerintahan yang baik untuk generasi berikutnya. Pemerintahan harus berjalan profesional, berintegritas, dan bertanggung jawab sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” pungkasnya.