Sorong, Wabumpapua.com – Tim Lokakarya Sejarah Masuknya Injil di Wilayah Mare menggelar rapat terbuka bersama berbagai elemen masyarakat Mare Selatan pada Kamis, 22 Januari 2026.
Kegiatan ini berlangsung di salah satu Cave, Batalyon, Kota Sorong, dan dihadiri oleh tokoh adat, tokoh perempuan, tokoh intelektual Mare Selatan, serta perwakilan gereja.

Ketua Panitia Lokakarya, Welem Fawan, S.Pd, dalam arahannya menegaskan pentingnya mengutamakan sejarah masuknya Injil di Wilayah Mare sebagai kekuatan iman dan karya Allah yang telah membawa perubahan besar bagi kehidupan masyarakat Mare sejak masa lampau hingga saat ini.

Ia meminta seluruh masyarakat Mare, khususnya warga gereja di wilayah Mare dan sekitarnya, untuk segera menyiapkan dan mengumpulkan data-data sejarah awal masuknya Injil, termasuk nama-nama pembawa Injil dan lokasi pertama Injil diberitakan di wilayah Mare tempo dulu.
“Sejarah Injil masuk di wilayah Mare bukan hanya cerita masa lalu, tetapi menjadi fondasi iman yang menyatukan dan menguatkan kita sampai hari ini. Karena Injil, kita ada dan bertumbuh,” ujar Welem Fawan, jumat (23/1/2026).

Welem Fawan yang juga menjabat sebagai Kepala Distrik Mare Selatan menjelaskan bahwa lokakarya ini bertujuan untuk melakukan pengumpulan data sejarah, pendokumentasian, serta sosialisasi kepada masyarakat tentang proses masuknya Injil di Wilayah Mare. Hal tersebut disampaikannya usai rapat terbuka lokakarya.

Ia menambahkan, melalui proses sejarah yang panjang, Injil telah memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Mare, termasuk dalam membentuk kehidupan sosial, budaya, dan adat istiadat. Injil juga berperan dalam membawa perubahan nilai dan peradaban masyarakat Mare dari masa lalu hingga sekarang.

Lebih lanjut, Welem mengajak seluruh umat dari berbagai denominasi gereja, seperti Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua, Gereja Katolik, Gereja Persekutuan Injili (GPI), serta denominasi lainnya yang ada di Wilayah Mare, untuk bersama-sama mendukung kegiatan lokakarya ini.

“Mari kita bersatu, lintas gereja dan elemen masyarakat, untuk mengutamakan sejarah Injil. Peran Injil telah merangkul kita semua sebagai saudara sejak dahulu hingga hari ini,” ajaknya.

Panitia Lokakarya Sejarah Masuknya Injil di Wilayah Mare juga memiliki tugas untuk mendatangi para tokoh pendiri dan keluarga pembawa Injil, mendata nama-nama pelaku sejarah, serta menetapkan titik lokasi awal masuknya Injil di Wilayah Mare tempo dulu sebagai bagian dari upaya pelestarian sejarah iman bagi generasi mendatang.