Maybrat, WabumPapua.com – Aksi pemalangan jalan yang terjadi di wilayah Fategomi Raya, Distrik Aitinyo Utara, Kabupaten Maybrat, sejak Hari Sabtu kemarin akhirnya resmi dibuka oleh pada Senin (27/4/2026).
Pembukaan palang tersebut disampaikan langsung oleh Marten Iek, S.Pd., M.Si., bersama Kepala Distrik Aitinyo Utara, tokoh masyarakat, para kepala kampung, serta aparat distrik setempat.
Marten Iek menjelaskan bahwa pemalangan yang terjadi sejak Sabtu kemarin merupakan aksi spontanitas masyarakat dan para pendukung politik yang selama ini merasa memiliki kontribusi dalam perjalanan pemerintahan Kabupaten Maybrat sejak daerah tersebut dimekarkan pada tahun 2009.
Menurutnya, masyarakat Fategomi Raya dikenal sebagai salah satu wilayah yang aktif dan militan dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan maupun proses demokrasi di Kabupaten Maybrat yang beribu kota di Kumurkek. Dukungan tersebut diberikan sejak awal pemekaran hingga berbagai momentum pemilihan kepala daerah.
“Aksi pemalangan ini bukan atas perintah saya, tetapi dilakukan secara spontan oleh masyarakat yang merasa memiliki peran dan kontribusi besar dalam perjalanan pemerintahan di Maybrat,” ujar Marten Iek.
Ia menuturkan, pemalangan tersebut dipicu oleh informasi yang berkembang terkait hasil seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama (Selter) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Maybrat. Beberapa pihak yang mengikuti seluruh tahapan seleksi merasa kecewa terhadap informasi hasil seleksi tersebut.
Saat ini Marten Iek menjabat sebagai Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Barat Daya. Ia mengaku turut mengikuti proses seleksi tersebut atas dasar rekomendasi yang diberikan kepadanya dan telah mengikuti seluruh tahapan seleksi secara resmi.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki ambisi untuk kembali menduduki jabatan di Pemerintah Kabupaten Maybrat.
“Saya tidak berniat kembali ke Maybrat untuk mencari jabatan. Saat ini saya masih menjabat di pemerintah provinsi. Saya datang mengikuti seleksi karena dipanggil dan diberikan rekomendasi,” katanya.
Lebih lanjut, Marten Iek menyampaikan bahwa masyarakat Fategomi selama ini merasa belum mendapatkan perhatian pembangunan yang merata, baik di sektor pendidikan, ekonomi, maupun bidang lainnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa telah terjalin komunikasi dan komitmen antara masyarakat dengan pemerintah daerah terkait aspirasi yang disampaikan.
“Melalui kesepakatan bersama dengan pemerintah daerah, maka hari ini kami secara resmi membuka palang yang ada di Fategomi. Kami berharap pemerintah dapat memperhatikan aspirasi masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa setelah pembukaan palang tersebut, masyarakat tidak akan lagi melakukan aksi pemalangan di wilayah Fategomi.
“Saya menjamin kepada pemerintah bahwa palang di Fategomi sudah dibuka dan tidak akan terjadi lagi. Jika ada tindakan lain di kemudian hari, itu berada di luar tanggung jawab saya,” tegasnya.
Selain di Fategomi, ia menyebutkan bahwa rencana pemalangan juga sempat muncul di beberapa titik lain, seperti di Susumuk , Adhabu , dan Kokas. Namun dengan adanya kesepakatan bersama, diharapkan situasi di wilayah tersebut dapat kembali kondusif.
Marten Iek bersama tokoh masyarakat dan aparat distrik juga menyatakan komitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban serta mendukung jalannya pemerintahan di Kabupaten Maybrat(Ones).




komentar terbaru