Sorong Selatan, wabumpapua.com — Sejumlah tokoh nasional dan pejabat pemerintah memberikan apresiasi terhadap upaya Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan dalam mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya yang berbasis potensi lokal seperti sagu.

Momentum tersebut terjadi saat rombongan pemerintah daerah yang dipimpin Sekretaris Daerah Sorong Selatan, mewakili Bupati Sorong Selatan, menghadiri undangan dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum di Provinsi Papua. Dalam kesempatan itu, mereka juga berkesempatan memperkenalkan program dan potensi ekonomi daerah melalui “Meja UMKM Sorsel”.

Beberapa tokoh penting yang mengunjungi dan memberikan apresiasi terhadap inisiatif tersebut di antaranya Velix Wanggai, Antonius Ayorbaba, John Mampioper, serta Jimmy Thesia.

Dalam diskusi singkat yang berlangsung di Meja UMKM Sorsel, para pihak membahas sejumlah isu strategis, terutama terkait pemanfaatan potensi hutan sagu di Kabupaten Sorong Selatan yang dikenal sebagai salah satu kawasan dengan potensi sagu terbesar di Tanah Papua. Melalui semangat otonomi khusus (Otsus), potensi tersebut diharapkan dapat dikelola secara optimal sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

Pengembangan sektor ini juga diharapkan mampu memperkuat peran UMKM lokal, khususnya yang digerakkan oleh para “Mama-Mama Papua”, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi daerah.

Dalam diskusi tersebut juga ditegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan potensi sagu tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk organisasi kepemudaan dan dunia usaha.

Peran strategis antara lain diharapkan dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) yang dapat mendorong pemberdayaan pemuda sebagai motor penggerak ekonomi daerah melalui pengembangan UMKM lokal.

Selain itu, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) diharapkan dapat berperan sebagai wadah pembinaan, pengembangan, serta memperluas jejaring pengusaha muda, sementara Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) memiliki fungsi strategis sebagai jembatan komunikasi, konsultasi, dan advokasi antara pelaku usaha dan pemerintah guna menciptakan iklim usaha yang kondusif.

Para pihak sepakat bahwa pemanfaatan potensi hutan sagu sebagai kekuatan ekonomi daerah hanya dapat berjalan optimal apabila seluruh pemangku kepentingan memahami peran masing-masing dan mampu membangun kolaborasi yang kuat.

Sementara itu, pengurus aktif Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia Sorong Selatan menyatakan kesiapan untuk terlibat dalam berbagai diskusi dan kolaborasi strategis, termasuk dengan HIPMI dan pemangku kepentingan lainnya.
Saat ini, KNPI Sorong Selatan juga tengah mempersiapkan agenda Rapat Kerja (Raker) untuk merancang berbagai program strategis yang bertujuan meningkatkan keterlibatan pemuda dalam pengembangan ekonomi daerah berbasis potensi lokal.

Melalui sinergi lintas sektor tersebut, diharapkan pengembangan UMKM berbasis sagu dapat menjadi salah satu pilar penting dalam mendorong kemajuan daerah menuju visi Sorong Selatan Melaju dan Berdaya Saing(Roy Iek).