Maybrat, wabumpapua.com— Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Distrik Ayamaru, Apilius Laurens Bless, S.IP, secara resmi membuka kegiatan Pelatihan Tenun Boirim yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Barat Daya, bertempat di Distrik Ayamaru, Kabupaten Maybrat, pada tanggal 16 Desember 2025.
Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk melestarikan warisan budaya lokal sekaligus meningkatkan keterampilan masyarakat, khususnya generasi muda, dalam pembuatan anyaman dan tenun kain timur bermotif khas Kabupaten Maybrat.
Dalam sambutannya, Apilius Laurens Bless menyampaikan apresiasi kepada Dinasnya Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Barat Daya atas terselenggaranya pelatihan yang dinilai sangat penting dalam menjaga identitas budaya masyarakat Maybrat sekaligus mendorong pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
Pelatihan ini bertujuan untuk melestarikan budaya lokal serta meningkatkan keterampilan masyarakat, khususnya generasi muda, dalam pembuatan anyaman dan tenun kain timur bermotif khas Boirim. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wadah transfer pengetahuan budaya dari generasi ke generasi.
Melalui pelatihan ini, diharapkan keterampilan menenun kain timur khas Boirim dapat terus diwariskan dan dikembangkan sebagai potensi budaya dan ekonomi Kabupaten Maybrat.
Ketua Sanggar FURKAK GURIRIN, Aksamina Kambu, S.Kk, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Barat Daya atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada sanggar melalui bantuan pendanaan pelatihan.
Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi generasi muda di Kabupaten Maybrat, terutama anggota sanggar, agar mampu mengenal dan menguasai teknik pembuatan tenun kain timur sebagai hak waris budaya leluhur.
“Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan dapat memahami cara menenun kain timur, mulai dari proses hingga motifnya. Keterampilan ini akan menjadi bekal hidup hingga masa tua serta dapat dikembangkan sebagai sumber ekonomi bagi keluarga,” ujar Aksamina.
Menurutnya, pelatihan anyaman dan tenun kain timur tidak hanya berfungsi sebagai upaya pelestarian budaya, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan ekonomi kreatif masyarakat di tingkat keluarga dan sanggar.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan terjadi regenerasi penenun kain timur di Kabupaten Maybrat sehingga nilai budaya dan kearifan lokal tetap terjaga dan berkelanjutan.




komentar terbaru