MAYBRAT, WABUPPAPUA.COM – Sidang Klasis Ke-IV Gereja Pentakosta di Papua (GPDP) Klasis Maybrat resmi dibuka pada Kamis (18/6/2026) di Gedung Gereja GPDP Jemaat Bethel Men, Kampung Men Kartapura, Distrik Ayamaru Tengah, Kabupaten Maybrat.

Kegiatan sidang klasis yang berlangsung selama dua hari, 18–19 Juni 2026, mengusung tema “Allah Berdiri Dalam Sidang Ilahi” yang diambil dari Mazmur 82:1, dengan subtema “Melalui Sidang Klasis Ke-IV Gereja Pentakosta di Papua (GPDP) Klasis Maybrat, kita menetapkan program kerja yang siap bersinergi menjadi mitra kerja dengan Pemerintah Kabupaten Maybrat yang aman, maju, sejahtera dan mandiri berlandaskan 4 Hukum Teofani.”

Pembukaan sidang dilakukan secara resmi oleh Bupati Maybrat, Karel Murafer, SH., MA, yang diwakili Sekretaris DPRK Maybrat, Marten Naa, SH. Dalam sambutannya, Marten Naa menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Maybrat yang tidak dapat hadir karena sedang mengikuti agenda pemerintahan dan menghadiri prosesi kedukaan tokoh masyarakat Ayamaru-Aifat, almarhum Merkianus Duit.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Maybrat memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sidang Klasis sebagai forum tertinggi organisasi gereja di tingkat klasis.
“Pemerintah melihat gereja memiliki peran yang sangat penting dalam membangun karakter, moral, dan generasi muda. Gereja menjadi mitra strategis pemerintah dalam membentuk sumber daya manusia yang beriman dan berintegritas,” ujar Marten Naa saat membacakan sambutan Bupati.
Ia juga mengapresiasi perkembangan pelayanan GPDP di Kabupaten Maybrat yang dinilai terus mengalami kemajuan dan memberikan kontribusi nyata bagi kehidupan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Badan Pekerja Daerah (BPD) GPDP Provinsi Papua Barat Daya, Pdt. Frengky J. Mirino, S.Th., menegaskan bahwa GPDP merupakan gereja nasional yang terus berkembang di berbagai wilayah Indonesia.

Menurutnya, GPDP lahir pada 18 Oktober 1974 di Sorong dan hingga kini telah memiliki jemaat di berbagai provinsi di Tanah Papua maupun di luar Papua.
“Melalui Sidang Klasis ini kita berharap menghasilkan pemimpin yang dipilih dan diurapi Tuhan untuk melanjutkan pelayanan gereja. Pemilihan Ketua Klasis bukan sekadar agenda organisasi, tetapi bagian dari kehendak Tuhan untuk memimpin umat-Nya,” ujar Pdt. Frengky.

Ia mengajak seluruh peserta sidang untuk menjaga persatuan, menjunjung nilai-nilai rohani, serta mengedepankan hikmat Tuhan dalam setiap pengambilan keputusan selama sidang berlangsung.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Pelaksana Sidang Klasis Ke-IV GPDP Klasis Maybrat, Onesimus Iek, dalam laporannya menjelaskan bahwa sidang klasis merupakan forum tertinggi organisasi di tingkat klasis yang memiliki kewenangan mengevaluasi pelaksanaan program kerja, laporan keuangan, serta memilih kepengurusan baru untuk masa pelayanan berikutnya.

Menurut Onesimus, peserta sidang terdiri dari utusan daerah, utusan klasis, para pendeta dan hamba Tuhan, utusan kaum bapak, perempuan, pemuda, guru sekolah minggu, serta para peninjau.

Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan sidang didukung melalui berbagai sumber pendanaan, antara lain aksi jemaat, bantuan sukarela, target jemaat, serta sumbangan dari berbagai pihak.
“Total dana yang berhasil dihimpun untuk menunjang pelaksanaan Sidang Klasis Ke-IV GPDP Klasis Maybrat tahun 2026 sebesar Rp40.340.000,” ungkapnya.

Sidang Klasis Ke-IV GPDP Klasis Maybrat diharapkan dapat menghasilkan keputusan-keputusan strategis yang memperkuat pelayanan gereja sekaligus meningkatkan sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Maybrat dalam mewujudkan pembangunan daerah yang aman, maju, sejahtera, dan mandiri.

Kegiatan pembukaan turut dihadiri Anggota DPRK Maybrat, unsur Forkopimda, para kepala distrik, pimpinan denominasi gereja, pendeta dan hamba Tuhan, tokoh masyarakat, serta ratusan jemaat GPDP dari berbagai wilayah pelayanan di Kabupaten Maybrat(Ones).