MAYBRAT, WabupPapua.com – Pemerintah Kabupaten Maybrat melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) terus memperkuat upaya peningkatan kualitas keluarga melalui kegiatan Bina Keluarga Balita (BKB) dan edukasi perawatan lanjut usia (lansia) yang dilaksanakan di Kampung Sauf Raya, Distrik Ayamaru Selatan, Kabupaten Maybrat, Rabu (8/7/2026).

Kegiatan tersebut di buka lansung oleh Kepala Bidang Kesejahteraan dan Pembinaan Keluarga DPPKB Kabupaten Maybrat, Melfia Sagrim,S.KM.,M.K.M didampingi Kepala Puskesmas Ayamaru Selatan, Mery Yanti Lemauk. Turut hadir Kepala Kampung, tenaga kesehatan, kader Posyandu, para lansia, ibu yang memiliki bayi dan balita, serta masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Melfia Sagrim menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kampung, pihak Puskesmas, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan seluruh masyarakat yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut meskipun dipersiapkan dalam waktu yang relatif singkat.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki dua fokus utama, yakni memperkuat Program Bina Keluarga Balita sebagai bagian dari percepatan pencegahan stunting serta meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perawatan lansia di lingkungan keluarga.

Menurutnya, stunting bukan merupakan penyakit, melainkan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang yang terjadi terutama pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Dampaknya tidak hanya menghambat pertumbuhan fisik anak, tetapi juga memengaruhi perkembangan otak, kemampuan belajar, hingga produktivitas di masa depan.
“Melalui Program Bina Keluarga Balita, kami terus mengedukasi keluarga agar menerapkan pola pengasuhan yang baik dengan memberikan ASI eksklusif, makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang bergizi, rutin memantau pertumbuhan anak di Posyandu, menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta memberikan stimulasi sesuai tahapan usia anak,” ujar Melfia.

Ia juga mengajak para ayah untuk berperan aktif dalam pengasuhan anak. Menurutnya, keberhasilan mencegah stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab ibu, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh anggota keluarga.
“Peran ayah sangat penting dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Saya melihat banyak bapak yang hadir dan mengantar anak ke Posyandu. Ini merupakan contoh yang baik dan perlu terus dipertahankan,” katanya.

Selain materi mengenai pengasuhan balita, peserta juga menerima edukasi tentang pentingnya perawatan lansia. Masyarakat diajak memahami bahwa lansia memerlukan perhatian, kasih sayang, lingkungan yang aman, makanan bergizi, pemeriksaan kesehatan secara rutin, serta aktivitas yang dapat menjaga kesehatan fisik dan mental.

Melfia menegaskan bahwa keluarga merupakan garda terdepan dalam menjaga kualitas hidup lansia. Oleh karena itu, pembagian peran antara anak, menantu, dan cucu sangat diperlukan agar kebutuhan lansia dapat terpenuhi sekaligus mengurangi beban pendamping utama.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Ayamaru Selatan, Mery Yanti Lemauk, menyatakan pihaknya akan terus bersinergi dengan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Maybrat dalam meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat melalui Posyandu, pemeriksaan kesehatan, penyuluhan, serta berbagai kegiatan promotif dan preventif.

Ia berharap masyarakat semakin aktif memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia sehingga balita dapat tumbuh sehat, angka stunting terus menurun, dan para lansia memperoleh pelayanan kesehatan yang optimal.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Maybrat kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini hingga lanjut usia melalui penguatan peran keluarga, pelayanan kesehatan yang berkelanjutan, serta kolaborasi lintas sektor guna mewujudkan masyarakat Maybrat yang sehat, mandiri, dan sejahtera;(Ones).