Kumurkek,wabumpapua.com– Tokoh pemekaran Kabupaten Maybrat, Maximus Air, menegaskan kapasitas dan perannya dalam mengawal jalannya pemerintahan di daerah. Ia menyatakan, keterlibatannya sejak awal dalam perjuangan pemekaran Maybrat merupakan bukti nyata yang membuat dirinya layak disebut sebagai tokoh pemekaran.

“Saya tidak digaji atau ditunjuk dalam forum resmi, tetapi berhasil menghadirkan sesuatu yang sebelumnya tidak ada menjadi ada. Itu pantas disebut tokoh, karena saya terlibat langsung menghadirkan Kabupaten Maybrat. Jadi wajar kalau saya disebut tokoh pemekaran,” kata Maximus.

Lebih lanjut, Maximus menegaskan bahwa ia tidak memiliki kepentingan pribadi maupun berharap keuntungan dari pemerintah saat ini. Menurutnya, kehidupannya sudah lebih dari cukup. Namun, sebagai salah satu bagian dari tim yang memperjuangkan pemekaran, ia merasa wajib mengawal pemerintahan yang kini dipimpin oleh Bupati Karel Murafer.

“Yang saya lakukan sekarang adalah mengawal pemerintahan Karel Murafer, karena beliau adalah bagian dari tim pemekaran. Yang kedua, karena hasil kerja keras tim di semua level, Karel Murafer terpilih menjadi Bupati Maybrat. Itu wajib kami kawal,” tegasnya.Ia juga meluruskan bahwa dirinya tidak terlibat dalam urusan adat dan lain-lain, karena hal tersebut sudah menjadi ranah tokoh-tokoh adat yang telah diangkat dan mendapat tanggung jawab dari pemerintah.

“Saya tidak ada urusan adat, karena ada tokoh lima tungku yang diangkat dan digaji oleh pemerintah. Kapasitas saya jelas: tokoh pemekaran yang harus mengawal salah satu anggota tim pemekaran yang kini dipercayakan rakyat menjadi Bupati Maybrat,” pungkas Maximus.Pernyataan ini disampaikan Maximus sebagai penegasan sekaligus klarifikasi atas posisi dirinya dalam dinamika politik dan pemerintahan Kabupaten Maybrat.