Yahukimo, WabumPapua.com —Dunia pendidikan di Tanah Papua kembali berduka. Seorang guru muda penuh dedikasi, Melani Miryam Wamea, berpulang saat menjalankan tugas pengabdian di daerah pedalaman pegunungan Papua.

Kepergian almarhumah meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan sepelayanan, serta para murid yang pernah diajarinya.Ucapan belasungkawa mengalir dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Keluarga Besar Sekolah Lentera Harapan (SLH) Kampung Harapan, yang menyampaikan rasa duka cita mendalam atas berpulangnya rekan sepelayanan mereka di tanah Papua.

“Selamat jalan saudari terkasih, sampai jumpa di Yerusalem yang baru,” demikian ungkapan duka cita resmi dari keluarga besar SLH Kampung Harapan.

Sosok guru muda ini menjadi inspirasi banyak orang setelah kisah pengabdiannya di pelosok Papua menyentuh hati masyarakat luas. Dalam unggahan yang beredar di media sosial, Ibu Guru Melani disebut sebagai “lilin kecil yang menyala di sudut kampung”

sebuah metafora yang menggambarkan ketulusan dan pengorbanannya dalam mendidik anak-anak di daerah terpencil.Perempuan muda ini memilih jalan hidup yang berbeda dari kebanyakan orang seusianya. Ia menolak kenyamanan hidup di kota dan memutuskan untuk mengabdi di wilayah pedalaman Yahukimo, daerah yang jauh dari fasilitas modern dan sering kali berada dalam situasi menantang.

“Ia menolak semua yang standar sesuai kemampuannya dan memilih mengabdi di Yahukimo, tempat jauh dari hiruk-pikuk kenyamanan. Ia memberikan hidupnya secara totalitas tanpa takut dan mundur,” tulis salah satu rekan dalam unggahan media sosial.

Ketulusan dan semangat pengabdian Ibu Guru Melani telah meninggalkan jejak yang dalam bagi warga dan anak-anak yang pernah diajarnya. Ia dikenal ramah, penuh kasih, dan selalu hadir bagi murid-muridnya meski dalam keterbatasan sarana dan prasarana.Kini, kabar duka atas kepergiannya menyelimuti banyak hati.

Ucapan penghormatan dan doa terus mengalir dari sesama guru, warga, hingga para pegiat pendidikan di Papua. Mereka menilai pengabdian Ibu Guru Melani sebagai contoh nyata dedikasi tanpa batas bagi dunia pendidikan di Tanah Papua.

“Selamat istirahat panjang, Ibu Guru. Terima kasih atas dedikasi yang tak ternilai. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan,” tulis seorang warganet dalam kolom komentar.

Semangat dan teladan Ibu Guru Melani akan selalu hidup dalam hati masyarakat Yahukimo sebagai pelita kecil yang menerangi jalan pendidikan di pelosok negeri Tanah Papua.