Wamoka, Sorong Selatan ,wabumpapua.com— Menyongsong Hari Ulang Tahun (HUT) Teofany ke-74 bagi suku A3 di Tanah Papua yang jatuh pada Sabtu, 18 Oktober 2025, intelektual Wamoka, Yanto Yatam, menyampaikan seruan dan refleksi penting bagi seluruh masyarakat A3, khususnya yang berada di wilayah Wayer, Moswaren, dan Kais Darat, Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat Daya.

Dalam arahannya, Yanto Yatam menyatakan bahwa seluruh masyarakat A3 patut bersyukur kepada Tuhan atas penyataan-Nya melalui Rasul Ruben Rumbiak, yang menjadi tonggak iman dan sejarah Teofany.

“Tentu kita semua patut bersyukur kepada Tuhan, karena Tuhan sendiri berbicara kepada suku A3 melalui Rasul Ruben Rumbiak. Oleh karena itu, wajib bagi kita sebagai generasi yang diberkati untuk ambil bagian dalam perayaan HUT Teofany ke-74 yang dilaksanakan di Kabupaten Maybrat pada 18–21 Oktober 2025,” ujarnya.

Lebih lanjut, Yanto menegaskan bahwa janji Tuhan bagi suku A3 — Ayamaru, Aitinyo, dan Aifat — telah nyata melalui kemajuan pembangunan dan peradaban yang terjadi di Tanah Papua. Namun, ia menilai bahwa perlu dilakukan konsolidasi dan pemerataan semangat Teofany di seluruh wilayah adat orang Maibrat, termasuk yang berada di Kabupaten Sorong Selatan.

“Wilayah Wayer, Moswaren, dan Kais Darat yang dulu dikenal sebagai bagian dari Ayamaru Raya atau Aitinyo tempo dulu, juga merupakan bagian dari suku A3. Karena itu, ke depan kami berharap perayaan HUT Teofany juga dapat dilaksanakan di wilayah ini sebagai bagian dari peradaban dan sejarah orang Maibrat di Sorong Selatan,” ungkapnya.

Menurut Yanto, meskipun secara administratif wilayah tersebut masuk Kabupaten Sorong Selatan, namun secara budaya dan historis dihuni oleh masyarakat Maibrat yang dikenal dengan sebutan Majoh Tite atau suku A3 di wilayah Pante.

Ia menambahkan, pelaksanaan perayaan Teofany di Sorong Selatan akan memperkuat rasa kebersamaan dan kesadaran spiritual masyarakat A3 yang tersebar di berbagai kabupaten.

“Kita harus memaknai peristiwa penting ini dengan menjaga kesatuan, kerendahan hati, kasih, dan kehormatan sebagai spirit pembangunan Tanah Papua,” tegas Yanto.

Dalam momentum perayaan ke-74 tahun ini, Yanto mengajak seluruh elemen masyarakat Wamoka dan A3 di Sorong Selatan untuk bersatu dalam mendukung program pemerintah, baik pusat, provinsi, maupun daerah, terutama dalam pembangunan rohani dan kegiatan spiritual masyarakat adat.

“Empat hukum Tuhan yang disampaikan melalui hambanya, Ruben Rumbiak — yaitu kesatuan, kerendahan hati, kasih, dan kehormatan — harus kita hidupi dalam kehidupan sehari-hari. Jangan hanya berhenti pada seremonial, tetapi harus diimplementasikan sebagai nilai dan arah pembangunan kita,” tutup Yanto Yatam;(Roy Iek).