Maybrat, Wabumpapua.com – Dalam pertemuan bersama tim Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) Perwakilan Provinsi Papua Barat Daya, Wakil Bupati Maybrat Ferdinando Solossa menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan pendampingan yang berkelanjutan demi mewujudkan pembangunan daerah yang terarah dan berbasis data akurat.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh tim BP3OKP Papua Barat Daya yang terdiri dari: drg. Rosaline Novita Irianna Krimadi, MPH., SpPM — Anggota Pokja Papua Sehat,dr. Meilin Riko Mundingsari — Anggota Pokja Papua Sehat Dan Dea Anggie Varena, S.Kom. Sekretaris Pimpinan / Anggota BP3OKP Papua Barat Daya.
Dalam arahannya, Wakil Bupati Ferdinando Solossa menyampaikan bahwa setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus memiliki perencanaan dan proyeksi program yang matang berdasarkan data yang konkret. Ia mengingatkan agar penyusunan rencana kerja pemerintah daerah tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mengacu pada kebutuhan riil masyarakat di lapangan.
“Pendampingan dari BP3OKP bukan sekadar bantuan, tetapi sebuah kewajiban agar setiap daerah memiliki arah kebijakan yang jelas dan sesuai dengan prinsip pembangunan Otonomi Khusus. Setiap rencana harus dilandasi data akurat agar kebijakan yang diambil benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” tegas Ferdinando, kamis(30/10/2025).
Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya sinergi antara Bappeda, Inspektorat, dan sektor keuangan daerah untuk memastikan seluruh program pembangunan dapat berjalan dengan baik dan terukur. Menurutnya, pengelolaan anggaran harus berbasis kinerja, dan setiap program harus memiliki indikator capaian yang jelas.
Selain itu, Wakil Bupati mengingatkan perlunya kaderisasi sumber daya manusia Papua, terutama pada posisi operator dan tenaga teknis di setiap bidang.
“Kalau tidak ada kaderisasi orang Papua, bagaimana kita bisa mandiri di tanah kita sendiri? Saya sudah sampaikan kepada pimpinan daerah bahwa harus ada ruang bagi anak-anak Papua untuk berkembang,” ujarnya.
Beliau juga menyoroti pentingnya komitmen dan tanggung jawab seluruh jajaran OPD agar Kabupaten Maybrat dapat keluar dari status daerah tertinggal dan kemiskinan ekstrem.
“Kita harus buktikan bahwa Maybrat bisa bangkit dan keluar dari daerah dengan kemiskinan ekstrem tertinggi. Kuncinya adalah data yang kuat, kerja keras, dan kolaborasi lintas sektor,” tambahnya.
Sementara itu, drg. Rosaline Novita Irianna Krimadi, MPH., SpPM, dalam paparannya menjelaskan bahwa BP3OKP menekankan pentingnya satu data terintegrasi (One Data Indonesia) dan data terpilah Orang Asli Papua (OAP) sebagai dasar utama dalam perencanaan pembangunan.
Ia menegaskan bahwa data BPS dan data dari OPD daerah harus saling dikolaborasikan agar perencanaan tidak hanya berdasarkan asumsi, tetapi juga pada data real time dan kondisi faktual masyarakat.
“Kalau kita bicara pembangunan tanpa data, maka arah kebijakan akan salah sasaran. Karena itu, kami dorong setiap daerah menyiapkan sistem data yang valid, termasuk data sosial, kesehatan, pendidikan, dan ekonomi,” jelasnya.
Rosaline juga menyoroti pentingnya inovasi daerah dan kolaborasi dengan kementerian dan lembaga pusat, agar peluang pembangunan dari pemerintah pusat dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh daerah.
Selain itu, dalam sesi diskusi, tim BP3OKP menyoroti beberapa sektor potensial di Kabupaten Maybrat seperti pariwisata, pendidikan vokasi, dan pengembangan SDM melalui sekolah kedinasan sebagai fokus pembangunan ke depan. Upaya ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja dan menekan angka pengangguran di kalangan generasi muda Papua.
Di akhir kegiatan, Wakil Bupati Ferdinando Solossa menyampaikan apresiasi kepada BP3OKP Papua Barat Daya atas pendampingan dan masukan strategis yang diberikan. Ia berharap koordinasi yang sudah berjalan baik ini dapat terus diperkuat agar pembangunan di Kabupaten Maybrat lebih terarah dan berkelanjutan.
“Kami siap berkolaborasi. Tahun 2026 ke depan, kami ingin melihat Maybrat tidak lagi dikenal sebagai daerah tertinggal, tetapi menjadi contoh kabupaten yang berhasil keluar dari kemiskinan ekstrem dan mampu berdiri mandiri,” tutupnya.
Penulis: Ones
Editor: Tim Redaksi Wabumpapua.com




komentar terbaru