KUMURKEK, WABUMPAPUA.COM – sekretaris daerah (Sekda) kabupaten Maybrat Ferdinandus Taa SH, M. Si secara resmi membuka kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Otonomi Khusus dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 Kabupaten Maybrat yang berlangsung di Kumurkek, Jumat (24/4/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, pimpinan dan anggota DPRK Maybrat,Bp3OKP papua Barat Daya, unsur Forkopimda, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kapolres Maybrat, Kepala kejaksaan Negeri sorong, Dandim 1809/Maybrat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, serta para kepala distrik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Maybrat.
Dalam sambutannya, Bupati Maybrat Karel Murafer yang dibacakan oleh sekretaris daerah kabupaten Maybrat Ferdinandus Taa bahwa Musrenbang Otsus dan RKPD bukan sekadar kegiatan rutin tahunan, melainkan momentum strategis untuk menentukan arah pembangunan daerah di masa depan.
“Hari ini kita tidak sekadar membuka Musrenbang. Hari ini kita menentukan arah masa depan Kabupaten Maybrat. Perencanaan pembangunan harus berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat, bukan sekadar rutinitas program,” tegas Bupati karel Murafer.
Ia mengungkapkan bahwa saat ini Kabupaten Maybrat masih menghadapi sejumlah tantangan pembangunan. Tingkat kemiskinan masih berada di kisaran 29 persen pada tahun 2025, sementara kemiskinan ekstrem masih ditemukan di sejumlah kampung terpencil. Selain itu, angka stunting juga masih cukup tinggi dan menjadi ancaman bagi kualitas generasi masa depan.
Di sisi lain, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Maybrat baru mencapai sekitar 61 persen, yang masih jauh di bawah rata-rata nasional yang berada di kisaran 86 persen. Pertumbuhan ekonomi daerah pada tahun 2025 juga tercatat sekitar 3,45 persen, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai sekitar 5 persen.
Menurut Bupati, terdapat beberapa faktor utama yang memengaruhi kondisi tersebut, antara lain ketergantungan ekonomi pada sektor primer seperti pertanian dan peternakan, keterbatasan infrastruktur konektivitas antarwilayah, serta skala ekonomi lokal yang masih kecil dengan jumlah UMKM yang terbatas.
“Ini adalah realitas yang harus kita jawab dengan kebijakan yang berani dan eksekusi yang tegas. Kita tidak kekurangan program, tetapi yang kita butuhkan adalah ketepatan sasaran dan kekuatan pelaksanaan,” ujarnya.
Bupati juga menekankan bahwa Dana Otonomi Khusus harus dimanfaatkan secara tepat sasaran sebagai instrumen keberpihakan kepada Orang Asli Papua, terutama dalam sektor pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Ia meminta seluruh perangkat daerah, khususnya Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), untuk memastikan setiap program yang direncanakan telah melalui proses verifikasi dan validasi serta selaras dengan Program Strategis Nasional (ProSN) dan terintegrasi dalam sistem perencanaan nasional melalui SIPD.
Selain itu, Bupati mengingatkan agar seluruh peserta Musrenbang meninggalkan ego sektoral dan pendekatan pembagian program secara merata tanpa mempertimbangkan prioritas pembangunan.
“Yang kita butuhkan adalah keberanian memilih prioritas dan konsistensi dalam pelaksanaan. Program yang tidak berdampak harus dihentikan, dan yang menjadi prioritas harus dituntaskan,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyoroti sejumlah program strategis nasional yang harus didukung oleh pemerintah daerah, di antaranya program pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, jaminan kesehatan nasional, perluasan akses pendidikan, serta penguatan pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia juga mendorong percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih di seluruh kampung di Kabupaten Maybrat serta peningkatan iklim investasi melalui kemudahan perizinan bagi masyarakat maupun investor sesuai ketentuan yang berlaku.
Mengakhiri sambutannya, Bupati Karel Murafer mengajak seluruh elemen pemerintah dan masyarakat untuk bekerja bersama mewujudkan pembangunan yang nyata bagi masyarakat.
“Sejarah tidak akan mencatat berapa banyak rapat yang kita lakukan, tetapi sejarah akan mencatat apakah kita berani mengambil keputusan yang tepat dan benar-benar melaksanakannya,” ungkapnya.
Dengan mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, Bupati Maybrat secara resmi membuka Musrenbang Otonomi Khusus dan RKPD Tahun 2027 Kabupaten Maybrat.
“Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat, mari kita wujudkan Maybrat yang aman, maju, sejahtera dan mandiri,” tutup Bupati Maybrat (Ones).




komentar terbaru