Manokwari,Wabumpapua.com— Penanggung jawab pelayanan Visiun Athena di Tanah Papua, Nebrianus Kambuaya, menegaskan bahwa gerakan rohani ini bukanlah program tambahan di dalam Gereja Tuhan, melainkan mandat utama yang diberikan oleh Elohim Israel melalui Roh Kudus untuk mempersiapkan Papua sebagai bagian dari rencana besar Kerajaan Sorga.
Dalam pernyataannya, Nebrianus menjelaskan bahwa melalui Visiun Athena, umat Tuhan di Papua telah tercangkok ke dalam komunitas mesianik sebagaimana tertulis dalam Roma 11, di mana bangsa-bangsa dipanggil untuk bersatu dalam tubuh Kristus. “Roh Kudus melalui Visiun Athena memungkinkan kita tersambung dan bersatu sebagai sahabat pelayanan, yang dimaksud dengan Tubuh Kristus,” ujarnya.
Ia menuturkan bahwa keterlibatan dua gembala senior asal Israel, Pdt. Benjamin Berger dan Pdt. Reuven Berger, dari Congregation of the Lamb on Mount Zion — yang terletak sekitar 50 meter dari lokasi pencurahan Roh Kudus (Pentakosta) — menjadi tanda kuat hubungan rohani antara Yerusalem dan Papua. Kedua hamba Tuhan tersebut telah tiga kali menginjakkan kaki di Papua dalam rangka kerja sama pelayanan antara Visiun Athena dan Gereja Injili di Indonesia (GIDI).
“Ini adalah mandat dan tugas yang harus dikerjakan di tanah Papua. Seperti tertulis dalam Ulangan 10:8-9, suku Lewi ditetapkan untuk melayani Tuhan dan menjadi pemberi berkat demi nama Elohim Israel. Gereja di Papua harus sadar akan panggilan itu,” tegas Nebrianus, jumat (1/11/2025).
Ia juga menyerukan agar gereja-gereja di Papua tidak berjalan sendiri atau membangun kebenaran masing-masing, melainkan terhubung dengan kebenaran Firman sesuai Roma 11:25–27 dan Roma 10:1–3. “Kita perlu mengakui bahwa harta rohani orang Yahudi telah menjadi sumber berkat bagi kehidupan rohani kita. Karena itu, sudah seharusnya kita berdoa bagi keselamatan dan pertobatan Israel,” tambahnya.
Nebrianus menegaskan bahwa Visiun Athena lahir dari pewahyuan ilahi pada 31 Januari 1985 dan bukan gerakan politik, melainkan proyek iman untuk menggerakkan bangsa Papua berdoa bagi Israel dan mendukung penggenapan Firman Tuhan. “Visiun Athena adalah simbol dan gambar sutra darah proyek Tuhan Yesus Kristus untuk menyiapkan Papua dan Gereja Tuhan yang baru, kudus, dan layak menyongsong Mempelai Laki-laki,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa meskipun ada pihak-pihak yang salah memahami atau bahkan mencoba “mencaplok” visi ini, Visiun Athena tetap murni dan fokus pada kepentingan Kerajaan Sorga. “Semua denominasi gereja di tanah Papua harus bangkit dan bersatu melihat kebenaran ini, karena janji Tuhan jelas — barangsiapa memberkati Israel akan diberkati,” pungkasnya, merujuk pada Kejadian 12:3a sebagai dasar iman pelayanan tersebut.
Dengan demikian, Visiun Athena menjadi seruan profetik bagi Gereja Tuhan di tanah Papua untuk kembali kepada fondasi janji kekal Allah kepada Abraham, membangun hubungan rohani dengan Israel, dan mempersiapkan diri menyambut kebangkitan rohani menuju Yerusalem baru.




komentar terbaru