Sorong, wabumpapua.com —
Pendiri Visiun Athena, Bapak Fred Athaboe, S.H., memberikan penjelasan resmi terkait penunjukan Nebrianus Kambuaya sebagai Penanggung Jawab Pelayanan Visiun Athena di wilayah Papua Barat Daya dan Tanah Papua.
Klarifikasi ini disampaikan menyusul adanya pertanyaan dari sejumlah pihak terkait proses penunjukan dan latar belakang pelayanan tersebut.
Dalam pernyataannya, Fred Athaboe menegaskan bahwa keputusan penunjukan Nebrianus Kambuaya dilakukan melalui pertimbangan rohani dan kerja sama dengan dua tokoh gereja asal Yerusalem, Pastor Benjamin Berger dan Pastor Reuven Berger dari Gereja Anak Domba di Gunung Sion, Yerusalem.Senin(3/11/2025).
Latar Belakang Visiun Athena dan Hubungan dengan Gereja di Yerusalem
Fred Athaboe menjelaskan, pelayanan Visiun Athena bermula dari pengalaman rohaninya menerima visi dari Tuhan Yesus tentang Israel di Athena pada tahun 1985.
Setelah menetap di Belanda, ia kemudian menjalin hubungan dengan dua pastor dari Gereja Anak Domba di Yerusalem dan membuka jalur kerja sama rohani antara gereja di Israel dan Papua.
Pada tahun 2006, melalui kerja sama dengan Drs. Robert Isir, dilakukan pertemuan dengan pimpinan Sinode Gereja Injili di Indonesia (GIDI), yaitu Pdt. Lipiyus Biniluk, Pdt. Otto Kobak, dan Pdt. Dorman Wandikbo.
Pertemuan tersebut menghasilkan Perjanjian Kemitraan antara GIDI dan Gereja Anak Domba di Yerusalem, yang ditandatangani langsung di Yerusalem dan disahkan melalui perjamuan kudus.
“Perjanjian Kemitraan tersebut memiliki kekuatan hukum di bumi dan di surga, sebagaimana tertulis dalam Matius 16:19 dan 18:18,” ujar Athaboe.
Klarifikasi Terkait Abner Jitmau dan GIDI
Menanggapi anggapan yang berkembang, Fred Athaboe menegaskan bahwa Sinode GIDI tidak pernah menunjuk Abner Jitmau untuk mengurusi pelayanan Visiun Athena.
Penunjukan Abner Jitmau pada masa lalu, katanya, hanya sebatas membantu urusan perjalanan dan logistik kunjungan pelayanan Pastor Benjamin Berger di Papua antara tahun 2012–2015.
“Tugas Saudara Abner Jitmau sudah berakhir karena Pastor Benjamin Berger dan Pastor Reuven Berger, yang kini telah lanjut usia, tidak lagi melakukan kunjungan pelayanan di Tanah Papua,” jelasnya.
Alasan Penunjukan Nebrianus Kambuaya
Dalam bagian penjelasannya, Fred Athaboe menyampaikan bahwa penunjukan Nebrianus Kambuaya dilakukan setelah melalui doa dan pertimbangan mendalam.
Menurutnya, Nebrianus menunjukkan karakter yang rendah hati, mengasihi sesama, mudah berkomunikasi, dan tekun bekerja untuk pelayanan.
“Ketika Saudara Nebrianus gagal terpilih menjadi anggota DPRD tahun 2024, saya katakan kepadanya: Tuhan Yesus ingin engkau bekerja sepenuhnya untuk Visiun Athena,” tutur Athaboe.
Atas dasar itu, Athaboe kemudian mengajukan nama Nebrianus kepada kedua Pastor di Yerusalem untuk mendapatkan surat penugasan resmi sebagai Penanggung Jawab Pelayanan Visiun Athena di Papua Barat Daya dan Tanah Papua.
Ia menegaskan bahwa penunjukan tersebut bukan untuk selamanya, melainkan berdasarkan kehendak Tuhan Yesus yang akan menentukan siapa pemimpin berikutnya di kemudian hari.
Makna dan Panggilan Pelayanan Visiun Athena
Fred Athaboe menjelaskan bahwa pelayanan Visiun Athena berfokus pada gerakan doa bagi pertobatan dan keselamatan bangsa Yahudi dan Israel, sesuai visi yang diterimanya tahun 1985.
Pelayanan ini tidak berorientasi pada keuntungan pribadi, melainkan sepenuhnya pengabdian rohani.
“Bekerja untuk Visiun Athena tidak dibayar. Ini adalah panggilan untuk melayani kepentingan Tuhan Yesus dan Kerajaan-Nya di bumi,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jemaat dan sahabat yang telah mendukung pelayanan ini, termasuk Dr. Sefnat Kambu, atas kontribusi dan dukungan dana yang telah membantu terlaksananya berbagai kegiatan Visiun Athena di Papua.
“Seluruh pengorbanan mereka tercatat di surga dan Tuhan sendiri yang akan membalas dengan berkat dan kemuliaan,” ucap Athaboe penuh syukur.
Menutup penjelasannya, Fred Athaboe mengajak seluruh umat Kristen di Tanah Papua untuk bersatu dalam semangat Visiun Athena.
Ia menyerukan agar gereja-gereja di Papua membuka hati terhadap firman Tuhan yang disampaikan melalui visi tersebut.
“Mari kita bersatu dalam Roh Kudus di bumi dan dengan Tuhan Yesus di surga untuk melaksanakan firman-Nya dalam Visiun Athena Tahun 1985. Semoga Tuhan Elohim memberkati setiap pribadi dan keluarga yang terlibat dalam pelayanan ini,” tutupnya.
Reporter:ones semunya
Editor: Tim WabumPapua.com




komentar terbaru