Maybrat, Papua Barat Daya — Ketua Panitia Musyawarah Adat (MUSDAT) Suku Mare, Sergius Nauw, S.Kom, menyampaikan bahwa pihaknya tengah menyiapkan berbagai langkah penting menuju pelaksanaan MUSDAT Suku Mare yang dijadwalkan berlangsung pada Februari 2026.

Menurut Sergius Nauw, struktur kepanitiaan MUSDAT telah resmi terbentuk, dan dalam waktu dekat panitia akan menggelar sejumlah pertemuan koordinasi dengan pemerintah, baik di tingkat distrik maupun kabupaten.

“Kami akan segera melakukan koordinasi dan pertemuan dengan pihak pemerintah, dalam hal ini Kepala Distrik Mare, Kepala Distrik Mare Selatan, serta Pemerintah Daerah Kabupaten Maybrat, termasuk instansi terkait lainnya. Hal ini penting untuk memastikan seluruh aspek kesiapan dapat berjalan dengan baik demi kelancaran MUSDAT nantinya,” jelas Sergius Nauw.

Lebih lanjut, Sergius menambahkan bahwa lokasi pelaksanaan MUSDAT masih dalam tahap pembahasan. Untuk itu, panitia akan segera mengadakan rapat bersama Badan Usaha Milik Masyarakat Adat (BUMMA) Mare selaku fasilitator guna menentukan tempat yang tepat dan representatif.

“Kami perlu rapat bersama BUMMA Mare untuk memastikan lokasi pelaksanaan yang strategis dan sesuai dengan nilai-nilai adat Mare. BUMMA berperan penting sebagai fasilitator dalam proses ini,” tambahnya.

Musyawarah Adat (MUSDAT) Suku Mare direncanakan menjadi forum besar masyarakat Mare untuk meneguhkan nilai-nilai adat, memperkuat solidaritas antarwarga, serta merumuskan keputusan adat yang relevan dengan perkembangan zaman.

Panitia berharap dukungan penuh dari seluruh pihak—termasuk tokoh adat, pemerintah daerah, dan masyarakat Mare di berbagai wilayah—agar kegiatan besar ini dapat terlaksana dengan lancar dan membawa manfaat bagi seluruh masyarakat adat Mare.