Sorong,wabumpapua.com— Menyikapi pernyataan para eks tim sukses Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu dan Ahmad Nausrau, yang membantah keterlibatan mereka dalam penanganan maupun pembagian paket pekerjaan di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, Inteletual Muda Kota Sorong, Poly Way, menyampaikan kritik tegas melalui awak media, Rabu (3/12/2025).
Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya saat ini dipimpin oleh Gubernur Elisa Kambu dan Wakil Gubernur Ahmad Nausrau.
Keduanya memiliki visi misi untuk pembangunan daerah selama lima tahun ke depan.
Sebelumnya, eks ketua tim sukses, Orgenes Nauw bersama rekannya, telah lebih dulu membantah dugaan keterlibatan mereka dalam pengaturan proyek pemerintahan. Namun, menurut Poly Way, pernyataan tersebut justru dianggap sebagai upaya “lempar batu sembunyi tangan”.
“Mereka bilang tidak tahu dan tidak terlibat, padahal justru mereka yang ikut mengatur serta mengintervensi penuh paket pekerjaan di Papua Barat Daya,” tegas Poly Way.
Ia menuduh bahwa selama ini ada pihak-pihak yang mengatasnamakan tim sukses hingga menggunakan gaya intimidatif untuk memperoleh proyek. Menurut Poly, hal itu telah menjadi pembicaraan publik yang perlu mendapat perhatian serius.
Sejumlah kalangan masyarakat dan pelaku usaha lokal di Papua Barat Daya sebelumnya juga menyuarakan keberatan terhadap dugaan penguasaan paket pekerjaan oleh kelompok relawan tertentu yang mengatasnamakan tim pemenangan, termasuk dalam penunjukan langsung proyek pemerintah.
Poly Way menyatakan bahwa bantahan eks tim sukses justru berbanding terbalik dengan kenyataan di lapangan.
“Kalau APBD tahun ini kecil dan pembagian paket pekerjaan bagi tim perjuangan pemekaran baru bisa dilakukan tahun depan, lalu mengapa masih ada pihak yang mengaku tim sukses mengambil proyek sana-sini?” ujarnya kembali mempertanyakan.
Lebih jauh, Poly mengingatkan bahwa kehadiran Provinsi Papua Barat Daya merupakan hasil perjuangan panjang masyarakat, sehingga siapapun pemimpin dan pihak yang mendampingi harus menjaga marwah perjuangan tersebut.
Ia juga tetap memberikan apresiasi kepada kepemimpinan Gubernur Elisa Kambu dan Wakil Gubernur Ahmad Nausrau yang menurutnya memiliki arah pembangunan yang baik bagi provinsi ini ke depan.
Namun ia menegaskan, pola yang ia klaim dilakukan oleh oknum eks tim sukses dinilai dapat merusak citra dan kepercayaan publik terhadap pemerintahan yang sedang berjalan.
“Saya justru disalahkan dan dituding menyampaikan berita hoaks, padahal saya hanya menyuarakan apa yang terjadi,” tutup Poly Way.
Pernyataan-pernyataan mengenai adanya intervensi proyek oleh pihak tertentu merupakan klaim sepihak dari narasumber dan masih memerlukan klarifikasi serta konfirmasi dari pihak-pihak yang disebutkan, termasuk Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya maupun eks tim sukses terkait;(Roy Iek).




komentar terbaru