Maybrat,wabumpapua.com— Tim Pengawas Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TEKAD) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan program TEKAD di Kabupaten Maybrat. Kunjungan ini dipimpin oleh Farida selaku pejabat pengawas wilayah Indonesia Timur.
Dalam pertemuan bersama Pemerintah Kabupaten Maybrat, Farida menjelaskan bahwa kedatangan tim Kemendes bertujuan memastikan pelaksanaan program berjalan efektif serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Tujuan kami hadir di Kabupaten Maybrat adalah untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pekerjaan operasional tim TPK. Kami berharap program TEKAD dapat direspons baik oleh pemerintah daerah dan membawa dampak luar biasa bagi perekonomian masyarakat,” ujar Farida jumat (12/12/2025).
Ia menyebutkan, hingga saat ini sudah 17 desa menerima bantuan demplot dan demprot, serta dua desa menerima bantuan RITD. Farida berharap jumlah desa penerima dapat meningkat pada tahun berikutnya, seiring peningkatan performa pelaksanaan program di tingkat kampung.
Wakil Bupati Maybrat, Ferdinando Solossa, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi dan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung penuh program TEKAD.
“Pemerintah daerah sangat menyambut baik program ini karena sangat membantu pengembangan ekonomi masyarakat di kampung. Ada 17 locus yang sedang berjalan, dan puji Tuhan tahun 2025 juga ada dua program inovasi yang dibangun di dinas teknis,” ujar Ferdinando.
Dua inovasi tersebut yakni Rumah inovasi untuk pengembangan ayam bertelur, dan Rumah produksi kacang sangrai.
Ferdinando menegaskan bahwa pemerintah daerah akan memperkuat dukungan, baik dari segi pendanaan APBD, penguatan koperasi, hingga memastikan koordinasi yang baik antara pendamping, dinas teknis, dan para pelaksana di tingkat kampung.
“Ke depan, kami berharap kuota 17 locus ini bisa ditambah. Program TEKAD sangat memberikan manfaat positif bagi masyarakat. Pemerintah daerah berkomitmen menjadikan program ini sebagai prioritas,” tambahnya.
Selain itu, ia menyebut program TEKAD selaras dengan agenda Presiden, seperti program makanan bergizi gratis dan koperasi Merah Putih, sehingga kolaborasi daerah dan pusat akan memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat.
Wakil Bupati berharap, pada tahun 2025 semua hambatan dan kendala teknis yang muncul selama pelaksanaan program dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas program di tahun berikutnya.
“Kita harus menjaga kepercayaan dan berkolaborasi. Evaluasi di tahun 2025 akan menjadi dasar agar pelaksanaan TEKAD semakin maksimal,” pungkas Ferdinando.
Kegiatan monitoring dan evaluasi ini ditutup dengan pesan bagi masyarakat di 17 locus agar terus mendukung program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan membuka ruang usaha baru di tingkat kampung.




komentar terbaru