Sorong, wabumpapua.com – Koordinator Alumni Holandia asal Kabupaten Sorong Selatan, Abraham Patipi Howay, menanggapi pemberitaan salah satu pengamat di media yang menyebut kegiatan lepas sambut sekaligus Kongres Pertama Alumni Holandia Kota Studi Jayapura yang digelar di Kota Sorong pada 26 Januari 2026 sebagai kelompok “penikung” atau kelompok yang mengincar jabatan tertentu.

Menurut Abraham, pernyataan tersebut sangat keliru dan tidak berdasar. Ia menegaskan bahwa kegiatan lepas sambut dan kongres tersebut merupakan kegiatan murni yang dilaksanakan secara spontan oleh para Alumni Holandia tanpa dukungan dari pihak mana pun.
“Kegiatan ini murni inisiatif Alumni Holandia untuk merangkul seluruh alumni dan membentuk badan pengurus yang definitif. Tidak ada kepentingan politik maupun jabatan di dalamnya,” tegas Abraham dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (27/1/2026).

Abraham juga menyayangkan pernyataan pengamat tersebut yang dinilainya tidak didukung data yang akurat. Ia menekankan bahwa setiap penyampaian pendapat ke ruang publik seharusnya didasarkan pada fakta, bukan asumsi atau imajinasi pribadi.
“Kalau menyampaikan pendapat, harus dilihat dari sudut pandang yang jelas dan berdasarkan data. Tidak boleh menyampaikan informasi berdasarkan persepsi sendiri,” ujarnya.

Lebih lanjut, Abraham menjelaskan bahwa sekitar 90 persen peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut merupakan pendukung Bapak Elisa Kambu, S.Sos dan Bapak Ahmad Nasrau yang berasal dari lima kabupaten dan satu kota. Ia menilai tudingan sebagai kelompok yang “menunggu di tikungan” tidak relevan, karena Ketua Tim Pemenangan Elisa Kambu–Ahmad Nasrau, yakni Orgenes Nauw, yang juga merupakan senior alumni, turut hadir dan mengambil bagian dalam kegiatan tersebut.
“Kalau kami disebut kelompok penikung, itu dari mana dasarnya? Faktanya, senior kami yang juga Ketua Tim Pemenangan ikut hadir dan terlibat langsung,” jelasnya.

Abraham menambahkan bahwa organisasi Ikatan Alumni Holandia Kota Studi Jayapura sebenarnya telah dibentuk sejak tahun 2022, namun belum sempat melaksanakan musyawarah pembentukan pengurus. Oleh karena itu, pada tahun 2026 baru dilaksanakan kongres untuk membentuk badan pengurus yang definitif.

Ia juga menegaskan bahwa kehadiran Ikatan Alumni Holandia Kota Studi Jayapura di Provinsi Papua Barat Daya bukan untuk bersaing atau berhadapan dengan organisasi alumni kota studi lainnya di Indonesia.
“Organisasi ini hadir karena kebutuhan untuk menyatukan seluruh Alumni Holandia asal Kota Studi Jayapura agar dapat mendukung program-program pemerintah pusat dan daerah di berbagai sektor, khususnya dalam perlindungan dan percepatan pembangunan Orang Asli Papua,” katanya.

Menutup pernyataannya, Abraham menyampaikan bahwa kebebasan berpendapat dan berekspresi adalah hak setiap orang. Ia pun mempersilakan pihak-pihak yang tidak sependapat untuk membentuk organisasi alumni sesuai dengan kota studi masing-masing.
“Kalau yang bersangkutan tidak puas, silakan membentuk alumni kota studi sendiri. Kebebasan berpendapat tidak dibatasi oleh siapa pun,” pungkasnya (Roy Iek).