//TEMINABUAN, WABUMPAPUA.COM – Wakil Bupati Yohan Bodori secara resmi membuka kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Daerah Otonomi Khusus (Otsus) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Sorong Selatan Tahun 2026,senin(20/4/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di ruang pertemuan Hotel Meratua Sesna Teminabuan, Senin (20/4/2026).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Bappeda Provinsi Papua Barat Daya, Wakil Ketua I Majelis Rakyat Papua Barat Daya bersama anggota, Ketua DPRD Kabupaten Sorong Selatan bersama anggota, anggota DPRK jalur Otsus, pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan, Plt Kepala Bappeda Kabupaten Sorong Selatan, perwakilan Polres Sorong Selatan, perwakilan Kodim 1807 Sorong Selatan, serta Ketua KNPI Kabupaten Sorong Selatan.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Yohan Bodori menyampaikan bahwa pelaksanaan Musrenbang RKPD tahun ini merupakan tahun kedua dari masa kepemimpinan Bupati Petronela Krenak bersama dirinya sebagai Wakil Bupati Sorong Selatan periode 2025–2030.
“Karena itu kami sangat membutuhkan dukungan dari seluruh pihak untuk bersama-sama membangun Kabupaten Sorong Selatan yang kita cintai,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh peserta Musrenbang untuk mencermati sejumlah capaian pembangunan daerah yang telah diraih selama masa kepemimpinan saat ini, meskipun masih terdapat beberapa hal yang perlu ditingkatkan, seperti penyusunan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik di setiap perangkat daerah.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat Daya, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sorong Selatan pada tahun 2024 tercatat sebesar 64,54 dan meningkat menjadi 65,45 pada tahun 2025 atau mengalami kenaikan sebesar 0,91 poin. Angka ini juga melampaui target yang telah ditetapkan dalam dokumen RPJMD tahun 2025 sebesar 65,03.
Sementara itu, angka kemiskinan di Kabupaten Sorong Selatan pada tahun 2025 mengalami penurunan sebesar 0,17 persen, dari 17,83 persen pada tahun 2024 menjadi 17,66 persen pada tahun 2025. Meski demikian, angka tersebut masih berada di atas target RPJMD yang ditetapkan sebesar 17,51 persen pada tahun 2026.
Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sorong Selatan pada tahun 2025 mencapai 3,78 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan target RPJMD tahun 2025 yang sebesar 3,48 persen, sehingga menunjukkan adanya peningkatan sebesar 0,30 persen dari target yang telah ditetapkan.
Untuk tingkat pengangguran terbuka (TPT), berdasarkan data BPS Provinsi Papua Barat Daya pada tahun 2025 tercatat sebesar 3,14 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan target RPJMD tahun 2025 sebesar 4,12 persen, sehingga menunjukkan adanya penurunan sebesar 1,08 persen dari target yang ditetapkan.
Wakil Bupati menegaskan bahwa pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM), pencapaian target indikator kinerja utama, serta percepatan penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan Musrenbang RKPD tahun ini.
“Melalui Musrenbang ini diharapkan terjadi sinkronisasi program, kegiatan, dan subkegiatan sehingga perencanaan pembangunan daerah dapat berjalan lebih terarah, efektif, dan tepat sasaran,” pungkasnya(Roy Iek).




komentar terbaru