Sorong Selatan, WabumPapua.com – Dalam rangka menyongsong Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026, Wanita Bijak Kabupaten Sorong Selatan berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sorong Selatan serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) menggelar rangkaian kegiatan berupa jalan santai dan senam bersama.
Kegiatan yang mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi Anak, Bangun Masa Depan Bangsa” tersebut berlangsung di Gedung Putih, Distrik Teminabuan, Kabupaten Sorong Selatan, pada Rabu, 22 Juli 2026. Kegiatan ini diikuti oleh berbagai elemen masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap pemenuhan hak-hak anak dan penguatan perlindungan anak.

Ketua Panitia Wanita Bijak Segmen Ibu Kabupaten Sorong Selatan, Yermieke Atkana, saat ditemui awak media menjelaskan bahwa peringatan Hari Anak Nasional merupakan momentum penting untuk mengampanyekan pemenuhan hak anak, mulai dari hak untuk hidup, tumbuh dan berkembang, hingga hak untuk berpartisipasi secara wajar sesuai harkat dan martabat kemanusiaan. Selain itu, anak juga harus memperoleh perlindungan dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi.

Menurutnya, tema Hari Anak Nasional ke-42 tahun 2026 bukan sekadar slogan, melainkan penegasan bahwa setiap anak adalah pribadi yang berharga, harus dihormati, dan didengarkan pendapatnya.
“Anak bukan hanya menjadi objek pembangunan, tetapi merupakan subjek pembangunan yang memiliki hak untuk berpartisipasi sesuai usia dan tingkat kematangannya,” ujar Yermieke.

Ia menegaskan bahwa perlindungan terhadap anak merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Anak harus terbebas dari berbagai bentuk kekerasan, eksploitasi, penelantaran, diskriminasi, maupun perkawinan anak, baik yang terjadi di dunia nyata maupun di ruang digital.
Lebih lanjut, Yermieke menyampaikan bahwa peringatan Hari Anak Nasional tahun ini menitikberatkan pada empat fokus utama perlindungan anak, yaitu di lingkungan keluarga, satuan pendidikan, ruang publik, dan ruang digital.

Menurutnya, pemilihan tema “Sayang Anak, Lindungi Anak, Bangun Masa Depan Bangsa” didasarkan pada meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak yang menjadi perhatian bersama.
“Kami melihat bahwa pondasi utama perlindungan anak berada di lingkungan keluarga. Karena itu, empat ruang yang harus dijaga bersama adalah keluarga, satuan pendidikan, ruang publik, dan ruang digital. Bagaimana kita menyayangi dan melindungi anak karena mereka adalah generasi penerus bangsa,” katanya.

Yermieke menegaskan bahwa peringatan Hari Anak Nasional tidak boleh dipandang sebagai kegiatan seremonial tahunan semata, melainkan harus menjadi momentum untuk membangun kesadaran bersama agar seluruh anak, khususnya di Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat Daya, dan Papua pada umumnya, dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman, nyaman, bebas dari kekerasan dan diskriminasi, serta memiliki ruang yang mendukung perkembangan mereka.

Ia juga menyoroti tantangan baru yang dihadapi anak-anak di era digital. Menurutnya, perkembangan teknologi menghadirkan ruang digital yang semakin kompleks sehingga memerlukan pendampingan dan pengawasan yang lebih serius dari orang tua maupun wali.
“Orang tua perlu memberikan pendampingan dan pembatasan yang tegas agar anak-anak dapat menggunakan ruang digital secara bijak dan terhindar dari konten-konten yang tidak layak,” ujarnya.

Melalui kolaborasi antara Wanita Bijak Kabupaten Sorong Selatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yermieke berharap kegiatan tersebut dapat menjadi langkah nyata dalam menciptakan ruang yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak dari berbagai aspek kehidupan.
Ia optimistis upaya bersama tersebut akan melahirkan generasi unggul yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045.

Di akhir penyampaiannya, Yermieke berharap Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan terus memberikan dukungan terhadap berbagai program perlindungan dan pemenuhan hak anak sehingga seluruh pihak dapat bersama-sama mempersiapkan generasi masa depan yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing;(Roi Iek).