Ayamaru, WabumPapua.com – Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Maybrat, Hendrik Frasawi, S.Sos., M.AP, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SD Inpres 14 Ayamaru dan SD YPK Lahai Roi Ayamaru Kota, Selasa (28/7/2026).
Sidak tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat terkait kedisiplinan guru dan tata kelola sekolah. Dalam kunjungan itu, Hendrik menemukan sejumlah persoalan, terutama di SD Inpres 14 Ayamaru.
Ia mengungkapkan bahwa saat tiba di sekolah sekitar pukul 07.30 WIT, kepala sekolah belum berada di lokasi. Dari total 12 guru yang terdaftar, hanya empat orang yang telah hadir. Selain itu, kondisi lingkungan sekolah dinilai kurang terawat.
“Saya datang pukul 07.30, kepala sekolah belum ada di tempat. Guru ada 12 orang, tetapi yang hadir baru empat orang. Lingkungan sekolah juga belum tertata dengan baik,” ujar Hendrik Fra sawi.
Menurut Hendrik, kondisi tersebut sangat memprihatinkan mengingat SD Inpres 14 Ayamaru merupakan satu-satunya sekolah dasar yang berada di pusat ibu kota Kabupaten Maybrat. Ia menegaskan bahwa kualitas sekolah akan menjadi pertimbangan utama masyarakat dalam menentukan tempat pendidikan bagi anak-anak mereka.
“Orang tua tentu akan memilih sekolah yang memiliki guru yang disiplin, manajemen yang baik, lingkungan yang aman, dan pelayanan pendidikan yang berkualitas,” katanya.
Ia menekankan bahwa pendidikan bermutu hanya dapat diwujudkan melalui tiga aspek utama, yakni kesiapan guru sebagai tenaga profesional, lingkungan sekolah yang bersih dan nyaman, serta tata kelola sekolah yang baik. Menurutnya, guru merupakan aktor utama dalam keberhasilan penyelenggaraan pendidikan.
Selain itu, Hendrik mengingatkan bahwa tanggung jawab pendidikan tidak hanya berada di tangan pemerintah, tetapi juga dimulai dari keluarga. Ia mengajak seluruh orang tua untuk lebih memprioritaskan pendidikan anak dengan memastikan anak berangkat ke sekolah tepat waktu sebelum menjalankan aktivitas lainnya.
“Pendidikan pertama dimulai dari rumah. Pemerintah hanya mendidik anak selama jam sekolah. Setelah itu tanggung jawab kembali kepada orang tua dan lingkungan,” tegasnya.

Dalam sidak tersebut, Hendrik juga membandingkan kondisi SD Inpres 14 Ayamaru dengan SD YPK Lahai Roi Ayamaru. Meskipun memiliki keterbatasan sarana dan prasarana, SD YPK Lahai Roi dinilai menunjukkan manajemen sekolah yang lebih baik, terlihat dari kesiapan kepala sekolah, guru, dan siswa saat kegiatan belajar dimulai.
Ia menilai perbedaan tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan sekolah tidak hanya ditentukan oleh fasilitas, tetapi juga oleh kepemimpinan kepala sekolah dan manajemen yang diterapkan.
“Walaupun fasilitasnya terbatas, SD YPK Lahai Roi mampu menunjukkan kesiapan yang baik. Ini membuktikan bahwa kepemimpinan dan manajemen sekolah sangat menentukan kualitas pelayanan pendidikan,” ujarnya.
Terkait kedisiplinan tenaga pendidik, Hendrik menegaskan bahwa Dinas Pendidikan telah melakukan pemetaan terhadap guru, baik di wilayah perkotaan maupun daerah terpencil (3T). Menurutnya, justru sekolah-sekolah di daerah 3T menunjukkan peningkatan disiplin, sementara sejumlah sekolah di wilayah perkotaan masih memerlukan perhatian serius.
Sebagai bentuk penegakan disiplin, Dinas Pendidikan telah menerapkan sistem reward dan punishment. Guru yang tidak disiplin dikenakan sanksi, mulai dari pemblokiran pembayaran gaji hingga penilaian kinerja yang berdampak pada penurunan prestasi kerja sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Kami akan tegas. Guru yang tidak disiplin akan diberikan sanksi sesuai aturan. Sebaliknya, guru yang berprestasi akan diberikan penghargaan. Penegakan disiplin harus dilakukan agar menjadi pembelajaran bagi semua,” tegas Hendrik.
Ia juga memastikan seluruh jajaran Dinas Pendidikan bersikap profesional dan tidak memberikan perlindungan kepada guru yang melanggar aturan.
Ke depan, Hendrik mengatakan sidak akan terus dilakukan secara berkala di sekolah negeri maupun swasta sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap disiplin guru, kepemimpinan kepala sekolah, serta kesiapan peserta didik dalam mengikuti proses belajar mengajar.
Melalui langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Maybrat berharap kualitas pendidikan terus meningkat sehingga mampu menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing;(Ones).




komentar terbaru