MAYBRAT, WABUMPAPUA.COM – Bupati Maybrat Karel Murafer menemui massa aksi dan masyarakat di Aifat Timur, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, Jumat (14/8/2026),

menyusul peristiwa penembakan yang terjadi di sekitar Kali Kumundan.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati menyampaikan permohonan maaf karena pemerintah daerah baru mengetahui kejadian setelah mendapat informasi pada Jumat siang.

Pemerintah Kabupaten Maybrat kemudian memprioritaskan penanganan para korban yang mengalami luka dan membutuhkan perawatan medis.
“Kita semua selaku keluarga mari kita berdoa agar saudara-saudara kita yang menjadi korban segera mendapatkan perawatan dan dapat diselamatkan,” kata Karel.

Ia menjelaskan, tiga unit ambulans telah dikerahkan untuk membawa para korban guna mendapatkan penanganan medis dan rujukan lebih lanjut ke Sorong.
Karel juga meminta masyarakat memberikan ruang kepada pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum untuk menangani persoalan tersebut sesuai prosedur hukum. Menurutnya, pemerintah akan berkoordinasi dengan Gubernur Papua Barat Daya dan instansi terkait sebelum mengambil langkah selanjutnya.
“Pemerintah menerima aspirasi masyarakat. Kami akan mengkaji dan membahasnya, kemudian mengambil langkah-langkah selanjutnya,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Karel menyerahkan bantuan awal sebesar Rp50 juta untuk mendukung penanganan para korban.

Sementara itu, Dandim 1809/Maybrat Letkol Inf Arif Setyo Utomo menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Ia menegaskan bahwa dugaan pelanggaran yang dilakukan anggota TNI akan diproses sesuai ketentuan apabila hasil penyelidikan membuktikan adanya kesalahan.
“Kami akan melakukan penyelidikan. Jika terbukti bersalah, anggota yang melakukan pelanggaran akan diproses sesuai peraturan yang berlaku,” tegasnya.

Arif juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan memberikan kepercayaan kepada aparat untuk menjalankan proses hukum.

Hal senada disampaikan Plt. Kapolres Maybrat AKBP E. M. Pandjaitan, S.I.K., M.H. Ia meminta masyarakat turut menjaga keamanan dan menyampaikan informasi maupun bukti yang berkaitan dengan peristiwa tersebut kepada pihak kepolisian.

Ia menegaskan, kepolisian akan menangani persoalan tersebut secara terbuka sesuai tugas dan kewenangannya serta terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait.

Pemerintah daerah bersama aparat keamanan saat ini masih menunggu perkembangan kondisi para korban yang sedang mendapatkan perawatan medis di Sorong.

Karel kembali mengajak seluruh masyarakat Maybrat mengutamakan keselamatan korban, menjaga ketenangan, dan menyelesaikan persoalan tersebut melalui jalur hukum yang berlaku(Ones).