MAYBRAT, WABUMPAPUA.COM — Komandan Kodim (Dandim) 1809/Maybrat, Letkol Inf Arif Setyo Utomo, angkat bicara terkait peristiwa yang diduga merupakan penembakan terhadap warga di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, yang terjadi pada Kamis (13/8/2026).

Arif Setyo Utomo mengatakan, pihaknya telah melakukan klarifikasi dan meminta keterangan dari sejumlah satuan tugas (Satgas) yang berada di wilayah Maybrat. Menurutnya, terdapat tiga Satgas yang menjadi bagian dari pemeriksaan awal, yakni Satgas Yonif 764, Satgas Yonmar 9, dan Satgas Rajawali.

Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan sementara dari ketiga Satgas tersebut, tidak ada operasi yang mereka laksanakan pada pekan ini, termasuk pada hari ketika peristiwa tersebut terjadi.
“Ketiga Satgas tersebut menyatakan bahwa dalam minggu ini, termasuk kejadian kemarin hari Kamis, mereka tidak melaksanakan operasi apa pun,” kata Arif.

Dandim juga menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan kepada komando atas masing-masing Satgas. Satgas Yonif 764 berada di bawah komando pelaksana operasi yang berada di Sorong, sedangkan Satgas Yonmar 9 dan Satgas Rajawali berada di bawah komando atas masing-masing.
“Dari hasil pengecekan sementara, tidak ada laporan operasi yang dilaksanakan oleh Satgas Yonif 764. Demikian juga Satgas Rajawali maupun Yonmar 9 menyampaikan bahwa mereka tidak melaksanakan operasi,” ujar Dandim, sabtu(15/8/2026).

Meski demikian, Arif menegaskan bahwa pihak TNI tidak menutup kemungkinan dilakukannya pemeriksaan lebih lanjut apabila dalam perkembangan penyelidikan ditemukan dugaan keterlibatan personel Satgas dalam peristiwa tersebut.

Menurutnya, pihak komando atas telah diminta melakukan investigasi terhadap masing-masing satuan. Pemeriksaan terhadap Yonif 764 akan dilakukan oleh komando atasnya, sementara pemeriksaan terhadap jajaran Yonmar 9 dan Satgas Rajawali akan dilakukan oleh komando yang membawahinya.
“Kalau memang nanti berkembang dan terbukti bahwa pelakunya adalah dari Satgas kami, kami juga sudah melaporkan untuk meminta investigasi dari masing-masing komando Satgas atas,” tegasnya.

Arif mengatakan, pemeriksaan internal tersebut dilakukan sembari menunggu hasil pemeriksaan medis terhadap korban. Hingga saat ini, kata dia, belum terdapat pemberitahuan resmi yang memastikan apakah luka yang dialami korban merupakan luka akibat tembakan atau disebabkan oleh benda lainnya.
“Kami masih menunggu hasil visum dari rumah sakit di Sorong. Sampai dengan saat ini belum ada pemberitahuan resmi apakah itu benar luka tembak atau luka yang disebabkan oleh benda yang lain,” jelasnya.

Ia menegaskan, proses pemeriksaan akan dilakukan secara internal dan tetap mengacu pada prosedur serta ketentuan hukum yang berlaku.
Dandim 1809/Maybrat juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat diminta tetap menjalankan aktivitas seperti biasa, terlebih menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.
“Kami mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang, menjalankan aktivitas secara normal, dan jangan mudah terprovokasi dengan isu-isu yang berkembang,” katanya.

Ia menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara hukum sehingga setiap pihak, termasuk anggota TNI, berada di bawah ketentuan hukum yang berlaku.
“Tidak ada satu pun warga negara yang kebal hukum, termasuk kami di TNI. Apabila memang terbukti TNI melakukan pelanggaran, pimpinan kami pasti akan melakukan proses hukum sesuai dengan norma hukum yang berlaku,” tegas Arif.

Ia memastikan bahwa proses pemeriksaan akan dilakukan secara fair dan terbuka sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Kami sepakat bahwa proses ini akan dilaksanakan secara fair dan terbuka. Kami berharap seluruh masyarakat tetap berpikir jernih dan kembali beraktivitas secara normal,” ujarnya.

Arif menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pemeriksaan dan penyelidikan internal sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku di lingkungan TNI, sembari menunggu hasil pemeriksaan medis serta perkembangan penyelidikan lebih lanjut;(Ones).