Maybrat, Wabumpapua.com — Masyarakat Mare diajak menjaga persatuan, persaudaraan, dan martabat daerah sekaligus bersama-sama mengawal proses pembangunan Kabupaten Maybrat di bawah kepemimpinan Bupati Karel Murafer, S.H., M.A.
Ajakan tersebut disampaikan Onesimus Semunya yang memberikan apresiasi terhadap perhatian Pemerintah Kabupaten Maybrat terhadap pembangunan di wilayah Mare.
Menurutnya, pembangunan tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan membutuhkan proses, waktu, perencanaan yang matang, kesabaran, serta kemampuan pemerintah dalam mengelola keterbatasan anggaran di tengah besarnya kebutuhan masyarakat.
Onesimus menilai, masyarakat perlu melihat proses pembangunan secara objektif dengan tidak hanya mempersoalkan program yang belum selesai, tetapi juga mengakui berbagai program yang telah mulai dikerjakan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Pembangunan tidak semudah mengucapkan kata-kata dan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Pembangunan membutuhkan proses, waktu, kesabaran, perencanaan yang matang, penyesuaian program, serta kemampuan mengelola keterbatasan anggaran,” ujarnya.
Ia mengatakan, kepemimpinan Karel Murafer yang baru berjalan sekitar satu tahun lebih dinilai mulai memberikan perhatian terhadap sejumlah kebutuhan dasar masyarakat di wilayah Mare.
Perhatian tersebut, kata dia, antara lain terlihat melalui upaya pembangunan dan peningkatan akses jalan, pelayanan listrik, serta pemenuhan berbagai kebutuhan dasar masyarakat. Sementara kebutuhan air bersih juga terus diperjuangkan agar dapat menjangkau masyarakat hingga ke kampung-kampung.
Meski demikian, Onesimus mengakui bahwa berbagai program pembangunan tersebut belum sepenuhnya selesai dan masih membutuhkan proses serta pengawalan dari seluruh elemen masyarakat.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk menyikapi pembangunan secara jernih. Program yang sudah berjalan dengan baik perlu diapresiasi, sementara kekurangan harus dikritisi secara konstruktif dan program yang belum tuntas harus terus didorong agar dapat diselesaikan.
“Yang baik harus kita akui, yang kurang harus kita koreksi, dan yang belum selesai harus kita dorong bersama agar dituntaskan,” tegasnya.
Menurut Onesimus, perbedaan pandangan terhadap kebijakan pemerintah merupakan bagian yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Masyarakat tetap memiliki hak untuk menyampaikan kritik dan memberikan masukan terhadap berbagai kebijakan pemerintah.
Namun, kritik tersebut diharapkan disampaikan berdasarkan data, argumentasi yang jelas, serta menawarkan solusi, bukan sekadar untuk saling menjatuhkan.
Onesimus menyebut Karel Murafer sebagai putra Mare yang saat ini memperoleh kepercayaan untuk memimpin Kabupaten Maybrat. Kondisi tersebut, menurutnya, bukan hanya menjadi kebanggaan masyarakat Mare, tetapi juga merupakan tanggung jawab besar yang perlu dikawal bersama.
“Kepemimpinan seorang putra Mare di tingkat Kabupaten Maybrat harus menjadi momentum untuk membuktikan bahwa masyarakat Mare mampu melahirkan pemimpin yang bekerja nyata dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” katanya.
Ia berharap masyarakat Mare tidak mudah terpecah hanya karena perbedaan pilihan politik maupun kepentingan sesaat.
Menurutnya, apabila terdapat kebijakan pemerintah yang dinilai belum tepat, masyarakat tetap dapat menyampaikan kritik melalui ruang yang tersedia. Namun, kritik hendaknya tidak berkembang menjadi konflik antarmasyarakat atau menciptakan kegaduhan yang pada akhirnya justru merugikan kepentingan masyarakat sendiri.
“Jangan sampai perbedaan kepentingan politik membuat kita kehilangan persaudaraan. Mare harus tetap bersatu dan mampu membedakan antara kritik terhadap kebijakan dengan upaya saling menjatuhkan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Onesimus menegaskan bahwa pembangunan wilayah Mare merupakan kepentingan bersama yang harus dikawal secara berkelanjutan.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan, listrik, air bersih, pelayanan kesehatan, pendidikan, serta berbagai kebutuhan dasar lainnya harus terus diperjuangkan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat di kampung-kampung.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak dalam perdebatan mengenai siapa yang paling banyak berbicara. Menurutnya, ukuran utama pembangunan adalah kerja nyata dan manfaat yang diterima masyarakat.
“Mare tidak akan maju kalau kita sendiri saling menjatuhkan. Mare akan kuat kalau kita mampu bersatu, berbeda pendapat tanpa bermusuhan, mengkritik tanpa menghancurkan, dan bersama-sama mengawal pembangunan dengan hati yang jernih,” ujar Onesimus, Minggu (13/9/2026).
Ia kemudian mengajak seluruh masyarakat Mare untuk menjaga harga diri daerah serta memberikan ruang bagi proses pembangunan untuk berjalan, sembari tetap menjalankan fungsi pengawasan secara kritis dan konstruktif.
“Mari jaga harga diri Mare. Mari hargai proses. Mari lihat kerja nyata. Karena pembangunan bukan soal siapa yang paling banyak bicara, tetapi siapa yang benar-benar bekerja dan meninggalkan manfaat bagi rakyat,” tegasnya.
Onesimus menambahkan, pembangunan pada akhirnya membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Pemerintah memiliki kewajiban bekerja dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sementara masyarakat memiliki peran penting dalam mengawasi, memberikan masukan, serta memastikan setiap program pembangunan benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat.
Dengan semangat persatuan dan pengawasan bersama, ia berharap pembangunan di wilayah Mare dapat terus bergerak maju dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Kabupaten Maybrat;(Ones).




komentar terbaru