Maybrat, Wabumpapua.com – Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Maybrat menggelar sosialisasi mengenai pencegahan pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup dengan memperkenalkan program Kampung Iklim. Kegiatan ini berlangsung di Kampung Tehak Tee, Distrik Aitinyo Utara, pada Kamis (2/10/2025).
Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pelestarian lingkungan dan mengajak warga berpartisipasi aktif dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Maybrat, Hendrik Susim, dalam sambutannya menekankan bahwa sosialisasi ini bukanlah program baru, melainkan kelanjutan dari upaya-upaya yang telah dilakukan masyarakat setempat dalam menjaga kelestarian alam. Ia menyebutkan bahwa setiap individu di masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan, mengelola hutan dengan bijak, dan melestarikan sumber mata air. Salah satu fokus utama dalam sosialisasi ini adalah pembatasan penebangan pohon yang tidak terkontrol.
“Melalui program Kampung Iklim ini, kami ingin memperkuat komitmen masyarakat untuk menjaga lingkungan sekitar. Masyarakat boleh berkebun, tetapi harus mematuhi batasan yang ada agar ekosistem tetap seimbang dan memberikan manfaat jangka panjang,” ujar Hendrik Susim.
Sosialisasi ini tidak hanya dihadiri oleh masyarakat umum, tetapi juga melibatkan berbagai kelompok masyarakat, termasuk dari gereja, sekolah, dan puskesmas. Dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, diharapkan informasi mengenai perlindungan lingkungan dapat lebih meluas dan menginspirasi lebih banyak orang untuk turut serta dalam menjaga lingkungan.
Dalam acara tersebut, hadir pula Bapak Iwan Kholib dari Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH), yang menyampaikan materi mengenai dampak perubahan iklim yang disebabkan oleh aktivitas manusia. Iwan menjelaskan bahwa pemanasan global, yang dipicu oleh emisi gas rumah kaca, berdampak pada cuaca ekstrem seperti hujan yang tidak menentu, banjir, hingga longsor. Hal ini, menurutnya, berdampak tidak hanya pada alam, tetapi juga pada kualitas hidup manusia, baik dari segi udara, air, dan berbagai sumber daya alam lainnya.
“Perubahan iklim yang terjadi saat ini sudah sangat terasa dampaknya, baik secara global maupun lokal. Oleh karena itu, kita perlu bersama-sama mengambil langkah-langkah untuk mengurangi dampak negatif dari pemanasan global, salah satunya dengan mengurangi emisi gas rumah kaca,” ujar Iwan Kholib.
Iwan juga mengungkapkan bahwa masyarakat di daerah ini telah lama menerapkan beberapa prinsip yang sejalan dengan konsep Kampung Iklim, meskipun belum dalam bentuk yang terorganisir. Sebagai contoh, dalam bidang pertanian, masyarakat setempat sudah menerapkan sistem rotasi tanaman, seperti kacang tanah dan jagung, serta menghindari penggunaan pupuk kimia yang berbahaya. Melalui program Kampung Iklim, upaya-upaya tersebut diharapkan dapat dilakukan secara lebih terstruktur dan efektif, serta memberikan dampak positif yang lebih besar.
“Salah satu prinsip dasar dari Kampung Iklim adalah keberlanjutan. Masyarakat tidak hanya diajak untuk menjaga lingkungan secara pasif, tetapi juga dilibatkan secara aktif dalam merencanakan dan melaksanakan program-program pengelolaan lingkungan, seperti pengelolaan sampah, penghijauan, dan pengelolaan air bersih,” tambah Iwan.
Hendrik Susim juga menambahkan bahwa tujuan jangka panjang dari program ini adalah untuk membentuk pengurus yang akan mengkoordinasikan berbagai kegiatan pengelolaan lingkungan di tingkat kampung. Masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan, mulai dari pengelolaan sampah, penghijauan, hingga upaya pencegahan bencana alam akibat kerusakan lingkungan.
“Melalui program Kampung Iklim, kami berharap setiap kampung dapat menjadi contoh dalam menjaga lingkungan hidup dengan bijaksana. Langkah-langkah kecil ini sangat penting untuk menjaga keberlanjutan ekosistem dan memberikan manfaat untuk generasi yang akan datang,” ungkap Hendrik.
Program Kampung Iklim diharapkan dapat menciptakan kesadaran bersama yang lebih besar, tidak hanya dalam lingkup lokal, tetapi juga menjadi model bagi daerah-daerah lain yang sedang menghadapi tantangan perubahan iklim. Program ini menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait untuk mewujudkan lingkungan yang lebih sehat dan lestari.
Dengan demikian, kegiatan sosialisasi yang berlangsung di Kampung Tehak Tee ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup demi masa depan yang lebih baik. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat dalam merawat dan menjaga lingkungan sekitar.




komentar terbaru