Maybrat, wabumpapua.com— Bupati Maybrat, Karel Murafer, S.H., M.A., merayakan hari ulang tahunnya yang ke-60 dengan ibadah syukur yang berlangsung di Kampung Yukase, Distrik Ayamaru Utara, Kabupaten Maybrat, Jumat (31/10/2025).

Ibadah syukur tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Klasis GKI Aitinyo, Pdt. Yudith A. Sohouwat, S.Th., M.Si. Dalam khotbahnya yang diambil dari injil Mazmur 92:13–15, Pdt. Sohouwat menekankan pentingnya hidup berakar dalam Tuhan agar tetap bertumbuh dan berbuah dalam setiap musim kehidupan.

“Orang benar akan bertunas seperti pohon kurma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon; mereka yang ditanam di Bait Tuhan akan bertunas di pelataran Allah kita. Pada masa tuapun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar untuk memberitakan bahwa Tuhan itu benar,”

Ia menegaskan bahwa usia 60 tahun adalah tanda kasih setia Tuhan yang luar biasa, serta kesempatan untuk terus menjadi berkat bagi sesama melalui pelayanan dan karya nyata.

“Tuhan memanggil kita untuk tetap berbuah dalam setiap musim kehidupan. Orang benar akan terus bertumbuh, sebab ia ditanam di dalam Tuhan,” ujarnya.

Perayaan yang berlangsung dalam suasana penuh syukur dan kekeluargaan itu dihadiri oleh pejabat daerah, tokoh agama, pimpinan gereja, tokoh masyarakat, serta keluarga besar Bupati Maybrat. Suasana keakraban dan sukacita tampak mewarnai jalannya acara sejak awal hingga akhir.

Dalam sambutannya, Bupati Maybrat Karel Murafer mengungkapkan rasa syukur yang mendalam kepada Tuhan karena masih diberi umur panjang, kesehatan, dan kekuatan untuk melanjutkan pengabdiannya bagi masyarakat Maybrat.

“Saya bersyukur karena Tuhan masih memberi saya kesempatan untuk menginjak usia 60 tahun. Semua ini bukan karena kuat dan hebat saya, melainkan karena kasih dan anugerah Tuhan,” ujarnya dengan nada haru.

Berbeda dengan perayaan sepuluh tahun lalu yang digelar meriah di SMK Negeri Maybrat dan dihadiri ribuan orang, tahun ini Bupati Karel Murafer memilih untuk merayakan secara sederhana di kampung halaman.

“Saya ingin kembali ke akar kehidupan saya — tempat saya dilahirkan dan dibesarkan, tempat di mana saya pertama kali mengenal kasih dan penyertaan Tuhan,” ungkapnya.

Dalam momen reflektif itu, Bupati Karel juga mengenang masa kecilnya yang penuh perjuangan di pedalaman Maybrat. Ia bercerita bagaimana dirinya harus berjalan kaki jauh dan menyeberangi sungai,mendaki gunung demi bisa bersekolah.

“Dari situ saya belajar arti kerja keras, ketekunan, dan iman kepada Tuhan,” kenangnya.

Ia kemudian berpesan kepada generasi muda Maybrat agar tetap hidup takut akan Tuhan, bekerja dengan hati, dan tidak mudah menyerah menghadapi tantangan zaman.

“Jika ingin hidup panjang dan diberkati, takutlah kepada Tuhan. Sebab takut akan Tuhan adalah permulaan hikmat. Selama kita hidup setia dan berlindung di dalam Tuhan, Ia pasti menjaga kita,” pesannya.

Ucapan selamat dan doa datang dari berbagai kalangan, termasuk pimpinan dan anggota DPRK Maybrat, para kepala distrik, pimpinan OPD, tokoh masyarakat dan agama, pimpinan partai politik, tim kerja pasangan Murafer–Solossa (MuSa), serta masyarakat umum.

Mereka mendoakan agar Bupati Karel Murafer senantiasa diberi kesehatan, kekuatan, dan hikmat dalam memimpin dan mengabdi bagi kemajuan Kabupaten Maybrat.

Acara syukuran ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Dalam penutup sambutannya, Bupati menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir dan mendukung acara tersebut.

“Kami tidak dapat membalas satu per satu, tetapi kiranya Tuhan membalas dengan berkat yang berlimpah dalam kehidupan dan keluarga Bapak/Ibu semua,” ucapnya dengan penuh rasa syukur.

Perayaan HUT ke-60 Bupati Karel Murafer menjadi momen spiritual dan reflektif, bukan hanya untuk dirinya pribadi dan keluarga, tetapi juga bagi masyarakat Maybrat untuk terus meneladani nilai-nilai iman, kerja keras, dan pengabdian yang ia wujudkan dalam pelayanan publik.