Maybrat, wabumpapua.com — Umat Kristen di Kampung Jitmau dan Kampung Ikuf, Distrik Aitinyo Raya, Kabupaten Maybrat, menggelar perayaan 77 tahun masuknya Injil pada Sabtu, 2 November 2025. Perayaan ini menandai momen bersejarah penyebaran kabar keselamatan yang pertama kali dibawa oleh dua pelayan Tuhan, Guru Injil Nabot Ginuny dan Bapak Titus Ergor, pada 2 November 1948.
Perayaan HUT yang penuh hikmat dan bersejarah ini dihadiri oleh ribuan warga dari berbagai daerah di Tanah Papua, termasuk dari Timika, Merauke, Manokwari, dan Jayapura, serta para keturunan penginjil pertama. Kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan pawai obor yang melibatkan ribuan peserta dari ujung Kampung Imame hingga ke lokasi bersejarah tempat para penginjil pertama tiba 77 tahun silam.
Dalam suasana penuh haru, warga berlutut dan berdoa di tempat tersebut, mengenang perjalanan iman para pembawa Injil yang datang dengan perahu sederhana, menempuh perjalanan panjang dan penuh risiko, namun tiba dengan selamat untuk membawa terang Kristus kepada masyarakat Maybrat.
“Mereka berlutut dan berdoa mengucap syukur, memohon berkat Tuhan atas tanah dan masyarakat yang menyambut Injil dengan sukacita. Dari doa itu, lahirlah sejarah iman yang terus hidup sampai hari ini,” ujar salah satu tokoh gereja setempat.
Puncak perayaan ditandai dengan ibadah syukur dan penyerahan bantuan Pemerintah Daerah Kabupaten Maybrat oleh Bupati Maybrat, Karel Murafer, S.H., M.A., kepada Panitia Pembangunan Tugu Sejarah Pekabaran Injil di Kampung Jitmau dan Ikuf. Bantuan hibah sebesar Rp400 juta (Empat Ratus Juta Rupiah) itu diserahkan secara simbolis sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap pembangunan Tugu Pekabaran Injil Nabot Ginuny dan Titus Ergor.
Bupati Karel Murafer dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas terselenggaranya peringatan bersejarah ini. Ia menegaskan bahwa nilai iman dan pelayanan yang diwariskan oleh para penginjil terdahulu harus menjadi teladan bagi generasi muda Maybrat dalam membangun kehidupan yang beriman, bersatu, dan berkemajuan.
“Peringatan 77 tahun Injil masuk di Jitmau bukan hanya nostalgia sejarah, tetapi panggilan iman bagi kita semua untuk melanjutkan karya pelayanan dan pembangunan rohani di tanah ini,” tegas Bupati Murafer.
Lebih lanjut, Bupati menambahkan bahwa pembangunan tugu sejarah tersebut memiliki arti penting sebagai penanda penyebaran Injil di wilayah Aitinyo Raya dan pengingat karya besar Tuhan melalui para misionaris serta pejuang iman masa lalu.
“Pemerintah Kabupaten Maybrat terus berkomitmen untuk mendukung kegiatan keagamaan dan pembangunan rohani masyarakat. Pembangunan tugu ini bukan sekadar fisik, tetapi juga menjadi warisan iman bagi anak cucu kita di masa depan,” ujarnya lagi.
Sementara itu, Ketua Panitia Perayaan 77 Tahun Injil Masuk di Jitmau, Nehemia Isir, S.E., M.M., mewakili seluruh umat dan intelektual Kampung Jitmau, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah, gereja, dan seluruh masyarakat yang telah mendukung suksesnya kegiatan ini.
“Kami bersyukur karena perayaan ini menjadi bukti bahwa iman dan persatuan anak-anak Maybrat tetap hidup. Tugu yang akan dibangun menjadi simbol persaudaraan dan warisan iman bagi generasi mendatang,” ujarnya.
Perayaan yang berlangsung meriah dan penuh makna ini diakhiri dengan doa syukur dan puji-pujian bersama, menandai semangat baru untuk terus menjaga dan menghidupi warisan iman yang telah ditabur oleh para pelayan Tuhan sejak tahun 1948.(Ones semunya).




komentar terbaru