Sorong,wabumpapua.com— Penanggung jawab Visiun Athena di Papua–Indonesia, Nebrianus Kambuaya, menjelaskan bahwa Visiun Athena merupakan kabar baik bagi Gereja di tanah Papua. Menurutnya, gerakan rohani ini membawa pesan penting agar umat Tuhan di Papua semakin menyadari panggilannya sebagai terang dan garam bagi dunia, sesuai dengan firman Tuhan.
Nebrianus Kambuaya menegaskan bahwa Visiun Athena berlandaskan pada kebenaran Alkitab yang meneguhkan peran Gereja dalam memancarkan kemuliaan Tuhan. Ia mengutip beberapa ayat yang memperkuat makna tersebut, di antaranya:
Yesaya 60:1-3 — “Bangunlah, bersinarlah, hai Yerusalem, sebab terangmu telah datang, dan kemuliaan Tuhan telah terbit atasmu… Bangsa-bangsa akan berjalan di dalam terangmu, dan raja-raja di dalam cahaya yang terbit atasmu.”
Mazmur 87:4-6 — “Aku akan menyebutkan Rahab dan Babel di antara mereka yang mengenal Aku, juga Filistia, Tirus, dan Kusy, dan akan dikatakan: ‘Inilah orang yang lahir di Sion.’ Dan akan dikatakan tentang Sion: ‘Inilah ibu kita.’”
Galatia 3:28 — “Tidak ada lagi perbedaan antara Yahudi dan Yunani, tidak ada lagi budak dan orang merdeka, tidak ada lagi laki-laki dan perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus.”
Wahyu 7:9-10 — “Setelah itu aku melihat, dan sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak dari segala bangsa, suku, kaum, dan bahasa, yang tidak dapat dihitung banyaknya, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, berpakaian jubah putih dan dengan daun-daun palem di tangan mereka.”
Melalui ayat-ayat tersebut, Nebrianus menjelaskan bahwa Gereja di tanah Papua adalah bagian dari komunitas Sion (Mesianik) Israel — umat pilihan Allah yang dipanggil untuk bersinar di tengah bangsa-bangsa. “Kita semua satu di dalam Kristus Yesus. Visiun Athena mengingatkan Gereja di Papua untuk terus melangkah dalam panggilan rohani itu,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Visiun Athena bukan sekadar program atau gerakan, melainkan sebuah panggilan iman untuk membangkitkan kesadaran rohani umat Tuhan di Papua. “Ini saatnya Gereja di tanah Papua bangkit dan bersinar, menjadi saksi kasih dan kemuliaan Tuhan bagi dunia,” tutup Nebrianus Kambuaya penuh semangat.




komentar terbaru