BELANDA WABUMPAPUA.COM – Tokoh rohani Papua, Fred Athaboe, SH, melalui surat tertanggal 31 Mei 2026 menyampaikan pesan kepada para hamba Tuhan, pendeta, penginjil, majelis jemaat, pendoa syafaat, serta seluruh umat Kristen di Tanah Papua untuk terus meningkatkan doa bagi pertobatan dan keselamatan bangsa Israel.
Dalam surat yang dibagikan kepada berbagai kalangan gereja tersebut, Athaboe mengajak umat Kristen untuk tetap berpegang pada iman kepada Tuhan Yesus Kristus serta menjalankan panggilan doa yang menurutnya telah disampaikan melalui pengalaman rohani yang dikenal sebagai Visi Athena tahun 1985.
Menurut Athaboe, terdapat dua peristiwa penting yang memiliki makna besar bagi kehidupan kekristenan di Papua. Peristiwa pertama adalah kedatangan dua misionaris asal Jerman, Carl Ottow dan Johann Gottlob Geissler, di Pulau Mansinam pada 5 Februari 1855 yang menandai masuknya Injil ke Tanah Papua.
Ia menjelaskan bahwa kedatangan para misionaris tersebut menjadi awal perkembangan Kekristenan di Papua hingga lahirnya berbagai denominasi gereja, termasuk Gereja Kristen Injili (GKI), Gereja Injili di Indonesia (GIDI), Gereja Baptis, dan Kemah Injil Gereja Masehi Indonesia (KINGMI).
Sementara itu, peristiwa kedua yang disoroti dalam surat tersebut adalah pengalaman rohani yang disebut sebagai Visi Athena tahun 1985. Athaboe menyatakan bahwa melalui pengalaman tersebut, umat Kristen Papua dipanggil untuk secara konsisten mendoakan pertobatan dan keselamatan bangsa Israel.
Dalam pesannya, ia menegaskan bahwa doa-doa yang dipanjatkan umat percaya memiliki nilai penting di hadapan Tuhan dan diyakini menjadi bagian dari karya Allah dalam membawa keselamatan bagi banyak orang.
Athaboe juga membagikan kesaksian mengenai perjalanan doanya di Tembok Ratapan, Yerusalem, pada tahun 1994. Ia mengungkapkan bahwa sejumlah pokok doa yang dipanjatkannya saat itu, termasuk keinginannya untuk mengunjungi pengungsi Papua di Papua Nugini dan kembali mengunjungi Papua setelah bertahun-tahun berada di luar negeri, menurutnya telah mendapat jawaban dari Tuhan pada waktunya.
Selain itu, dalam surat tersebut turut disampaikan kesaksian seorang perempuan Papua yang disebut pernah menerima penglihatan rohani dan menyampaikan bahwa doa-doa yang pernah dinaikkan Athaboe bagi Papua telah didengar dan diperhatikan oleh Tuhan.
Melalui suratnya, Athaboe juga mengajak seluruh Orang Asli Papua (OAP) dan umat Kristen di Tanah Papua untuk terus bersatu dalam doa serta memperkuat kehidupan iman. Ia meyakini bahwa doa bagi Israel akan membawa berkat bagi keluarga, gereja, dan masyarakat Papua.
Mengakhiri pesannya, Athaboe menyerukan agar umat Kristen tetap setia dalam pelayanan, persekutuan, dan doa, sembari mempercayakan masa depan Papua kepada penyertaan Tuhan.
“Mari kita tetap hidup dalam kasih Kristus, memperkuat iman, dan berdoa bagi bangsa-bangsa sesuai panggilan Tuhan,” tulis Fred Athaboe dalam suratnya.
Redaksi WABUMPAPUA.COM mencatat bahwa isi surat tersebut merupakan pandangan dan keyakinan rohani yang disampaikan oleh Fred Athaboe kepada umat Kristen. Pemaknaan terhadap pengalaman rohani dan ajaran keagamaan yang disampaikan dalam surat tersebut menjadi bagian dari keyakinan masing-masing jemaat dan denominasi gereja(Ones).




komentar terbaru