MAYBRAT, WABUPPAPUA.COM – Bupati Maybrat, Karel Murafer, SH., MA, mengajak seluruh masyarakat, kepala kampung, dan kepala distrik untuk mendukung penuh program perluasan jaringan listrik yang saat ini sedang dilaksanakan di sejumlah wilayah di Kabupaten Maybrat.

Hal itu disampaikan Bupati Karel Murafer saat memberikan arahan terkait rencana pembangunan jaringan listrik oleh PT PLN yang akan menjangkau kampung-kampung yang hingga kini belum menikmati layanan listrik secara memadai.

Menurut Bupati, perjuangan menghadirkan listrik bagi masyarakat Maybrat telah dilakukan selama bertahun-tahun melalui berbagai upaya dan koordinasi dengan pemerintah pusat hingga pihak PLN.
“Kita sudah melalui perjuangan yang panjang. Sampai ke Kementerian ESDM, manajer area PLN Sorong, dan berbagai pihak terkait. Surat yang kami sampaikan sejak satu tahun lalu akhirnya mendapat tanggapan dan sekarang mulai direalisasikan,” ujar Bupati, kamis (4/6/2026).

Ia menjelaskan, pembangunan jaringan listrik akan dilakukan secara bertahap dimulai dari wilayah Susumuk hingga Van Kahrio, kemudian dilanjutkan ke Ayata dan kampung-kampung lainnya sesuai dengan ketersediaan anggaran dan kontrak kerja PLN.

Bupati menegaskan bahwa keamanan selama proses pembangunan menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk kepala kampung, kepala distrik, tokoh masyarakat, dan warga setempat.
“Keamanan bukan hanya tanggung jawab bupati atau sekda. Ini tanggung jawab kita bersama. Listrik sangat penting untuk kemajuan masyarakat, mendukung internet, pendidikan anak-anak, serta meningkatkan pelayanan publik,” katanya.

Ia menerangkan bahwa tahapan pekerjaan akan diawali dengan penebangan pohon di sepanjang jalur jaringan listrik, dilanjutkan dengan pemasangan dan pengecoran tiang, kemudian pemasangan kabel hingga proses penyalaan listrik.

Bupati juga meminta masyarakat untuk bersabar karena pembangunan dilakukan secara bertahap. Saat ini masih terdapat beberapa wilayah yang belum teraliri listrik, di antaranya Distrik Aifat Timur, Mare, Mare Selatan, serta sejumlah kampung di sekitar wilayah Aitinyo.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyoroti persoalan tunggakan pembayaran listrik yang mencapai miliaran rupiah di beberapa wilayah, khususnya di Distrik Aifat Selatan.
“Tunggakan listrik hampir mencapai Rp4 miliar. Salah satu penyebabnya adalah masih adanya masyarakat yang melakukan sambungan listrik secara langsung tanpa menggunakan meteran resmi. Hal ini merugikan PLN dan menjadi alasan mengapa mereka berhati-hati dalam memperluas jaringan,” ungkapnya.

Ia mengimbau masyarakat agar menggunakan instalasi listrik secara resmi dan tidak melakukan sambungan ilegal demi menjaga keberlanjutan pelayanan listrik di daerah.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Maybrat akan berkoordinasi dengan aparat keamanan, termasuk Polres Maybrat dan unsur Satgas, guna memastikan seluruh proses pembangunan jaringan listrik berjalan aman dan lancar.

Bupati berharap seluruh masyarakat mendukung program tersebut karena listrik merupakan kebutuhan dasar yang akan mendorong kemajuan kampung-kampung di Kabupaten Maybrat.
“Mari kita terima program ini dengan baik. Yang terpenting lampu bisa menyala dan masyarakat dapat menikmati manfaatnya. Kita ingin masyarakat berubah ke arah yang lebih maju melalui hadirnya listrik di kampung-kampung,” tutupnya(Ones).