Maybrat, WabupPapua.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maybrat terus memperkuat upaya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana melalui pelaksanaan simulasi kesiapsiagaan bagi staf internal BPBD, yang berlangsung di Kabupaten Maybrat.
Kepala Bidang Mitigasi dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Maybrat, Manfred Susim, S.IP., M.AP, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah awal dalam memperkuat sistem penanggulangan bencana pasca pelantikan pejabat baru di lingkungan BPBD.
Menurutnya, salah satu agenda penting yang akan didorong ke depan adalah pembentukan Tim Reaksi Cepat (TRC) Kabupaten Maybrat yang melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah dan lintas sektor, seperti bidang kesehatan, pekerjaan umum, pertanian, serta instansi terkait lainnya yang memiliki peran dalam penanganan bencana.
“Ke depan kami berharap Tim Reaksi Cepat dapat segera dibentuk dan dilantik. Tim ini sangat penting karena ketika terjadi bencana, seluruh instansi terkait dapat bergerak sesuai tugas dan fungsi masing-masing dalam memberikan penanganan yang cepat dan tepat,” ujar Manfred, Rabu(10/6/2026).
Ia mencontohkan bencana yang terjadi beberapa waktu lalu di Kampung Sidi, Distrik Ayamaru Selatan, yang mengakibatkan lahan pertanian warga terendam banjir serta menimbulkan kerusakan pada sejumlah infrastruktur. Dalam kondisi tersebut, BPBD berperan melakukan pendataan dan pelaporan, sementara penanganan teknis dilakukan oleh instansi terkait sesuai kewenangannya.
Manfred menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Maybrat bersama instansi teknis telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya untuk menangani kerusakan akses jalan menuju wilayah terdampak. Saat ini akses jalan dari kantor distrik menuju Kampung Sidi telah dapat dilalui meskipun masih terdapat beberapa titik longsor yang membutuhkan penanganan lanjutan.
Selain itu, bangunan gereja yang terdampak bencana juga masih dalam tahap perbaikan darurat oleh jemaat setempat. Namun demikian, pihaknya menilai lokasi tersebut masih memiliki tingkat risiko yang cukup tinggi sehingga perlu dilakukan kajian lebih lanjut terkait relokasi ke lokasi yang lebih aman.
“Kami berharap pada tahun anggaran mendatang Pemerintah Kabupaten Maybrat dapat memberikan perhatian khusus terhadap program mitigasi bencana, termasuk penyusunan dokumen kebencanaan, koordinasi lintas sektor, serta penguatan kapasitas kelembagaan penanggulangan bencana,” katanya.

Manfred juga menyoroti pentingnya ketersediaan Dana Siap Pakai (DSP) sebagai langkah antisipasi ketika terjadi keadaan darurat. Menurutnya, keberadaan dana tersebut akan mempercepat proses penanganan bencana tanpa harus menunggu mekanisme penganggaran yang memerlukan waktu cukup panjang.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan harapan agar ke depan Kabupaten Maybrat memiliki Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) yang dilengkapi sarana dan prasarana pendukung, termasuk gudang logistik permanen untuk penyimpanan peralatan kebencanaan.
“Gudang logistik sangat penting untuk menjamin keamanan dan ketersediaan peralatan saat dibutuhkan. Dengan adanya fasilitas tersebut, BPBD dapat lebih siap dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang sewaktu-waktu terjadi,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa simulasi yang dilaksanakan saat ini masih berskala internal dan diperuntukkan bagi staf BPBD. Namun ke depan, kegiatan serupa akan diperluas dengan melibatkan Tim Reaksi Cepat, instansi terkait, serta masyarakat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan daerah terhadap berbagai ancaman bencana.
Manfred menyampaikan apresiasi kepada Bupati Maybrat yang selama ini terus memberikan dukungan terhadap penguatan kapasitas penanggulangan bencana di daerah. Dukungan tersebut diharapkan dapat terus berlanjut demi terwujudnya sistem penanggulangan bencana yang lebih efektif dan terintegrasi di Kabupaten Maybrat ;(Ones).




komentar terbaru