Sorong Selatan, Wabumpapua.Com — Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Sorong Selatan mendesak dilakukannya investigasi independen, transparan dan akuntabel terhadap dugaan penembakan warga sipil yang dilaporkan terjadi di Kampung Ainot, Distrik Aifat, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, Sabtu (15/8/2026).
Ketua GMKI Cabang Sorong Selatan, Gofon Arky Lemauk, mengatakan setiap dugaan kekerasan terhadap masyarakat sipil harus diusut secara objektif berdasarkan hukum dan prinsip hak asasi manusia.
“Kami mengecam segala bentuk kekerasan terhadap masyarakat sipil. Apabila benar terjadi penembakan terhadap warga, maka kasus ini harus diusut secara terbuka dan siapa pun yang terbukti bersalah harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum,” tegas Gofon.
GMKI meminta pemerintah, TNI, Polri, Komnas HAM dan lembaga terkait memastikan kronologi kejadian, jumlah serta kondisi korban, termasuk mengungkap apakah terdapat keterlibatan aparat keamanan.
GMKI juga mengimbau masyarakat tidak melakukan tindakan balasan yang dapat memperluas konflik dan menimbulkan korban baru. Perlindungan serta pemulihan bagi korban dan keluarga korban dinilai harus menjadi perhatian negara.
“Papua tidak boleh terus berdarah. Negara harus hadir untuk melindungi warga sipil dan memastikan hukum berlaku bagi siapa pun,” ujar Gofon.
GMKI Sorong Selatan menegaskan bahwa pengawasan dan kritik terhadap negara merupakan bagian dari tanggung jawab moral mahasiswa untuk mendorong penegakan hukum, keadilan, penghormatan HAM dan perdamaian di Papua;(Ones).




komentar terbaru