Maybrat, Wabumpapua.Com – Ketua Panitia Pembangunan dan Peresmian Tugu Pekabaran Injil Kampung Itas–Ikuf, Distrik Aitinyo Raya, Kabupaten Maybrat, Nehemia Isir, menegaskan bahwa pembangunan Tugu Pekabaran Injil bukan sekadar menghadirkan sebuah monumen fisik, tetapi merupakan bentuk penghormatan terhadap sejarah masuknya Injil sekaligus warisan iman bagi generasi penerus di wilayah tersebut.

Hal itu disampaikan Nehemia Isir dalam laporan panitia pada acara peresmian Tugu Pekabaran Injil Itas–Ikuf yang berlangsung di dusun Insnyik,Kampung Jitmau, Distrik Aitinyo Raya, Kabupaten Maybrat, Senin (2/11/2026).

Dalam laporannya, Nehemia Isir menjelaskan bahwa pembangunan tugu tersebut berawal dari kesepakatan bersama para tokoh masyarakat, pimpinan gereja, kepala kampung, serta kaum intelektual Kampung Jitmau melalui rapat yang dilaksanakan pada 15 Juni 2025 di Kantor Kampung Jitmau.
Ia mengatakan, pembangunan Tugu Pekabaran Injil merupakan bagian dari upaya masyarakat untuk menjaga dan melestarikan sejarah perjalanan masuknya Injil di wilayah Aitinyo Raya, sekaligus mengenang jasa para guru Injil dan penginjil yang telah membawa ajaran Kristus kepada masyarakat.

Menurutnya, keberadaan tugu tersebut memiliki makna historis dan religius yang sangat mendalam karena menjadi pengingat bagi masyarakat tentang perjuangan para penginjil dalam menanamkan nilai-nilai kekristenan di wilayah Itas–Ikuf dan sekitarnya.
“Pembangunan Tugu Injil ini memiliki makna religius dan historis yang sangat mendalam bagi masyarakat Kampung Jitmau.

Tugu ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang sejarah pekabaran Injil dan perjuangan para penginjil dalam membawa ajaran Kristus kepada masyarakat,” ungkap Nehemia.
Ia menjelaskan, pekerjaan pembangunan mencakup pembangunan fisik tugu, pemasangan material, serta instalasi listrik sebagai fasilitas pendukung.

Dalam proses penyelesaiannya, panitia memperoleh dukungan dari pemerintah Kabupaten Maybrat dan juga pemerintah provinsi Papua Barat Daya, keluarga besar, para donatur, dan berbagai pihak yang turut berpartisipasi.

Atas dukungan dan kontribusi tersebut, Nehemia menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Maybrat, keluarga besar, para donatur, dan seluruh masyarakat yang telah mengambil bagian dalam mewujudkan pembangunan Tugu Pekabaran Injil Itas–Ikuf.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan penghormatan khusus kepada keluarga besar serta anak cucu dari kedua penginjil, Titus Edgar dan Nabat Dunia, yang memiliki kaitan penting dengan sejarah pekabaran Injil di wilayah tersebut.

Nehemia berharap, keberadaan Tugu Pekabaran Injil ini dapat menjadi sarana edukasi sejarah bagi generasi muda agar mereka mengetahui dan memahami perjalanan masuknya Injil serta tidak melupakan jasa para pendahulu yang telah meletakkan dasar kehidupan iman masyarakat.

Selain sebagai simbol sejarah, tugu tersebut diharapkan mampu memperkuat nilai-nilai iman, persaudaraan, persatuan, dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat, sehingga warisan kekristenan dapat terus dijaga dan diteruskan kepada anak cucu serta generasi yang akan datang.
Ia menegaskan bahwa pembangunan Tugu Pekabaran Injil Itas–Ikuf merupakan wujud komitmen bersama masyarakat dalam merawat sejarah dan menghargai perjuangan para penginjil.

Peresmian tugu tersebut pun menjadi momentum bersejarah bagi masyarakat Itas–Ikuf dan wilayah Aitinyo Raya untuk mengenang perjalanan pekabaran Injil, mempererat persaudaraan, serta memperkuat komitmen mewariskan nilai-nilai iman kepada generasi penerus;ujarnya (Ones).