Sorong, Wabumpapua.Com – Masyarakat Adat Asli Papua di tujuh wilayah adat Tanah Papua berduka atas meninggalnya Mananwir Beba Yan Piter Yarangga, Ketua Umum Dewan Adat Papua (DAP), yang mengembuskan napas terakhir pada Senin, 2 November 2026, pukul 22.40 WIT, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ridge II Biak, Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua, Wilayah Adat II Saireri.
Informasi duka tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Dewan Adat Papua (Sekjen DAP), Yan Christian Warinussy, yang menyatakan bahwa kepergian almarhum merupakan kehilangan besar bagi seluruh masyarakat adat di Tanah Papua.
Menurut Warinussy, sebelum meninggal dunia, almarhum diketahui telah mengalami sakit dan beberapa kali menjalani perawatan medis, baik di Biak maupun di Jayapura.
Ia mengatakan, masyarakat adat di tujuh wilayah adat Papua, yakni Mamta Tabi, Saireri, Doberay, Bomberay, Meepago, La Pago, dan Anim Ha, kehilangan seorang pemimpin adat yang dikenal bijaksana, pengayom, serta memiliki karakter kepemimpinan yang kuat dan berani dalam memperjuangkan serta melindungi hak-hak dasar masyarakat adat Papua.
“Wafatnya almarhum Mananwir Beba Yan Piter Yarangga merupakan sebuah tragedi dan kehilangan besar bagi masyarakat adat asli di Tanah Papua. Beliau adalah sosok pemimpin adat yang bijaksana, pengayom, serta memiliki keberanian dan komitmen kuat dalam melindungi hak-hak dasar masyarakat adat Papua,” ungkap Warinussy.
Lebih lanjut, Warinussy menegaskan bahwa kepergian Ketua Umum DAP tidak boleh menghentikan perjuangan maupun agenda besar organisasi dalam memperkuat persatuan masyarakat adat Papua.
Sebagai Sekjen DAP, ia menjelaskan bahwa para pemimpin DAP yang selama ini mendampingi almarhum, termasuk para Ketua DAP representatif wilayah, tetap berkomitmen untuk bergandengan tangan dan melanjutkan seluruh agenda organisasi.
Agenda tersebut meliputi proses rekonsiliasi dan konsolidasi masyarakat adat Papua di tujuh wilayah adat sebagai bagian dari upaya memperkuat persatuan, kebersamaan, serta memperjuangkan hak-hak dasar masyarakat adat di Tanah Papua.
Warinussy juga menegaskan bahwa seluruh jajaran kepemimpinan DAP perlu menjaga kesinambungan perjuangan organisasi agar cita-cita dan agenda masyarakat adat Papua tetap berjalan meskipun telah kehilangan sosok pemimpin tertinggi organisasi.
Salah satu agenda penting yang menjadi perhatian bersama adalah mempersiapkan penyelenggaraan Konferensi Besar Masyarakat Adat Papua (KBMAP) V pada Maret 2027 di Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan, Provinsi Papua Barat, Wilayah Adat III Doberay.
Menurutnya, agenda rekonsiliasi dan konsolidasi masyarakat adat di tujuh wilayah adat menjadi bagian penting dalam mempersiapkan konferensi besar tersebut.
Kepergian Mananwir Beba Yan Piter Yarangga menjadi duka mendalam bagi keluarga, kerabat, para pemimpin adat, serta seluruh masyarakat adat Papua. Namun, semangat perjuangan dan komitmen almarhum dalam memperjuangkan hak-hak dasar masyarakat adat diharapkan tetap menjadi landasan bagi generasi penerus dan seluruh jajaran Dewan Adat Papua;(ones).




komentar terbaru