Maybrat, wabumpapua. com — Bupati Maybrat, Karel Murafer, menyampaikan jawaban pemerintah daerah terhadap laporan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Maybrat atas Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025, dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Maybrat.kumurkek(16/10/2025).

Dalam sambutannya, Bupati Karel menegaskan bahwa agenda pembahasan APBD Perubahan bukan sekadar kegiatan rutin tahunan, melainkan wujud tanggung jawab kolektif antara eksekutif dan legislatif dalam memastikan kelanjutan pembangunan daerah serta menjawab dinamika kebutuhan masyarakat Maybrat yang terus berkembang.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Maybrat, kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD, khususnya Badan Anggaran, yang telah melaksanakan serangkaian pembahasan dan penyusunan laporan dengan penuh ketelitian dan semangat kebersamaan,” ujar Bupati Karel.

Ia menambahkan bahwa laporan Banggar bukan hanya sekadar evaluasi terhadap angka-angka keuangan, tetapi juga merupakan refleksi sosial dan politik terhadap realitas masyarakat di lapangan, mencakup bidang pendidikan, kesehatan, hingga kesejahteraan sosial.

Menurut Bupati, Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025 merupakan instrumen penting untuk menyesuaikan kebijakan fiskal dan arah pembangunan agar tetap sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) serta kondisi ekonomi terkini.

Ada tiga hal utama yang mendasari perubahan APBD tahun ini, yaitu:

  1. Menyesuaikan target pendapatan dan belanja dengan perkembangan ekonomi daerah dan nasional.
  2. Menetapkan prioritas pembangunan agar lebih tepat sasaran dan berorientasi pada hasil nyata.
  3. Menjawab dinamika lapangan terkait pelaksanaan proyek, fluktuasi harga barang, serta kebijakan transfer dana dari pemerintah pusat dan provinsi.

“Setiap rupiah yang dialokasikan harus menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat, baik dalam bentuk pembangunan fisik seperti jalan, sekolah, dan fasilitas kesehatan, maupun dalam pelayanan publik yang cepat, transparan, dan akuntabel,” tegasnya.

Menanggapi catatan Banggar terkait pendapatan daerah, Bupati Karel menyatakan pemerintah berkomitmen untuk terus meningkatkan kemandirian fiskal melalui langkah-langkah strategis, antara lain: Meningkatkan efisiensi dan digitalisasi sistem pajak daerah;

Mengintegrasikan data wajib pajak serta memperluas basis retribusi di sektor jasa, perdagangan, dan pariwisata lokal; Mendorong partisipasi masyarakat melalui edukasi dan kesadaran pajak; Berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dan Pemerintah Pusat agar dana transfer dapat disalurkan tepat waktu dan tepat sasaran.

Sementara itu, dalam hal belanja daerah, pemerintah tetap berpegang pada prinsip anggaran berbasis kinerja, dengan fokus pada sektor-sektor prioritas seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar, dan pelayanan publik.

“Kami membatasi belanja nonprioritas dan perjalanan dinas, serta mengoptimalkan alokasi belanja modal yang berdampak langsung terhadap peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Bupati Karel juga menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat tata kelola keuangan daerah melalui peningkatan pengawasan internal, peningkatan kapasitas SDM pengelola keuangan, serta pemanfaatan sistem informasi pemerintahan daerah untuk mempercepat realisasi anggaran secara transparan.

Ia menilai bahwa transparansi dan akuntabilitas bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi pilar utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Terkait sinkronisasi program antar-OPD, pemerintah daerah akan memperkuat koordinasi lintas sektor agar setiap program pembangunan benar-benar terarah, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat hingga ke tingkat distrik dan kampung.

Di akhir sambutannya, Bupati Karel menyampaikan terima kasih atas seluruh masukan, kritik, dan rekomendasi yang diberikan oleh DPRD Maybrat. Ia menilai bahwa kritik konstruktif merupakan cermin bagi pemerintah untuk terus berbenah dan memperkuat kemitraan antara eksekutif dan legislatif.

“Keberhasilan pembangunan daerah bukanlah hasil kerja satu pihak, tetapi buah dari sinergi antara pemerintah, DPRD, dan seluruh masyarakat Maybrat. Dengan semangat kebersamaan, mari kita wujudkan Maybrat yang aman, maju, sejahtera, mandiri, dan berkeadilan,” tutup Bupati Karel Murafer.