Maybrat, wabumpapua.com — Wakil Bupati Maybrat, Ferdinando Solossa, SE, secara resmi membuka kegiatan pengobatan massal dan pemeriksaan kesehatan gratis yang diselenggarakan oleh Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Maybrat yang pusatkan di puskesmas Aitinyo Tengah, Sabtu (6/12/2025).
Kegiatan ini menghadirkan tim medis lengkap, mulai dari dokter spesialis anak, dokter kandungan, dokter penyakit dalam, hingga tiga dokter umum yang memberikan layanan langsung kepada warga.
Wakil Bupati Maybrat Ferdinando Solossa menyampaikan apresiasi kepada TP-PKK dan panitia pelaksana atas terselenggaranya kegiatan yang dinilainya sangat strategis bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
“Saya hadir mewakili Bapak Bupati yang sedang menjalankan agenda strategis di Jakarta. Walaupun saya memiliki agenda lain di Sorong, kegiatan ini sangat penting sehingga saya memilih hadir langsung,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pengobatan massal merupakan bagian dari implementasi visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Maybrat dalam hal pemerataan layanan kesehatan, percepatan penanganan stunting, serta peningkatan kualitas generasi masa depan.
Wabup menyinggung data BPS RI yang menyebutkan bahwa Kabupaten Maybrat masih tergolong daerah tertinggal dengan angka kemiskinan ekstrem yang cukup tinggi. Kondisi tersebut diperburuk oleh tingginya kasus stunting.
“Bicara stunting berarti bicara Generasi Emas 2045. Kalau sejak kecil anak-anak kita kekurangan gizi, bagaimana mereka bisa tumbuh menjadi pemimpin masa depan?” tegasnya.
Ia juga menyoroti pola konsumsi masyarakat yang dinilai tidak sehat dan kebiasaan datang berobat ketika penyakit sudah memasuki stadium berat.
Ia meminta agar pada Musyawarah Kampung 2026, kepala puskesmas dan tenaga medis wajib diikutsertakan agar perencanaan anggaran penanganan stunting lebih tepat sasaran berdasarkan rekomendasi medis.
Wabup Ferdinando Solossa mengungkapkan bahwa pemerintah daerah berencana membangun fasilitas kesehatan tambahan di Yaksoro, termasuk layanan dokter gigi. Ia juga menekankan pentingnya memperbaiki administrasi kependudukan, karena masih banyak data KTP dan KK yang bermasalah sehingga menghambat pembaruan data stunting.
Di akhir sambutannya, Wabup memberikan apresiasi kepada TP-PKK, tenaga medis, dan seluruh tokoh masyarakat yang telah mendukung kegiatan tersebut.
Sementara itu Ketua Tim Penggerak -PKK Maybrat, Ny Farlien Fonda Murafer, menjelaskan bahwa pengobatan massal merupakan program Pokja IV PKK yang bertujuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Program yang dijalankan hari itu memiliki tiga tujuan utama yaitu Mendekatkan pelayanan dokter spesialis kepada masyarakat.Menemukan dan mempercepat penanganan kasus stunting.Dan Memberikan penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
TP-PKK sebelumnya telah menggelar kegiatan serupa di Puskesmas Ayamaru Selatan dan Puskesmas Aitinyo Tengah, dua wilayah yang menjadi lokus stunting tertinggi.
“Kami lakukan pendataan ulang karena bisa saja ada anak yang status gizinya sudah membaik, atau ditemukan kasus baru,” ujarnya.
PKK berencana menjangkau wilayah Ayamaru, Aitinyo, Aifat, hingga Mare, menyesuaikan dengan kondisi anggaran.
Ketua Panitia pelaksana , dr. Jhoni Maruli Lemauk, dalam laporannya bahwa kegiatan pengobatan massal sejalan dengan prioritas pemerintah daerah: peningkatan gizi, peningkatan kesehatan masyarakat desa, serta pencegahan kematian ibu dan bayi.
“Angka kematian ibu dan bayi masih meningkat, sementara angka kelahiran menurun. Kami berharap masyarakat memanfaatkan kesempatan ini, terutama ibu hamil, balita, dan pasangan usia subur,” jelasnya.
Ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan kegiatan ini sebagai gerakan bersama untuk memperbaiki kualitas hidup.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut yaitu, kepala Distrik Aitinyo Tengah Adam Bosawer, Kepala Distrik Aitinyo Barat Semuel way, Kepala puskesmas Aitinyo Tengah, Yanti singgir, Kepala puskesmas Aitinyo Merlin Isir, hadir pula para tokoh di Aitinyo raya, Kepala kampung dan warga masyarakat di wilayah Aitinyo raya;(ones).




komentar terbaru