Maybrat, WabumPapua.com – Ibadah syukur dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 Paroki Santo Yosep Ayawasi berlangsung khidmat pada Kamis, 19 Maret 2026, pukul 09.30 hingga 14.00 WIT, bertempat di Gereja Santo Yosep Ayawasi, Kampung Ayawasi, Distrik Aifat Utara, Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat Daya.
Perayaan ini dipimpin oleh Pastor Felix Janggur, OSA, dan diikuti sekitar 500 umat Katolik yang memadati gereja dalam suasana penuh sukacita dan kekhidmatan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat dan tokoh penting, di antaranya Bupati Maybrat Karel Murafer, Sekda Maybrat Ferdinandus Taa, Anggota DPR Papua Barat Daya Wilem Asem, Anggota DPRK Otsus Maybrat Elisabet Korain, serta sejumlah pimpinan OPD, tokoh gereja, dan masyarakat.

Hadir pula Vikaris Jenderal Keuskupan Manokwari-Sorong, Pastor Isack Bame, Pastor Ferdinan Sabun, OSA, serta Ketua KNPI Maybrat Steven Murafer.

Dalam sambutannya, Pastor Felix Janggur, OSA menyampaikan bahwa perjalanan 70 tahun Paroki Santo Yosep Ayawasi merupakan proses panjang yang penuh tantangan dan perjuangan. Ia menekankan bahwa gereja memiliki peran strategis tidak hanya dalam pelayanan iman, tetapi juga dalam bidang pendidikan, kesehatan, serta pembangunan sosial masyarakat.

“Paroki ini menjadi salah satu pilar penting dalam Keuskupan Manokwari-Sorong. Dari sini telah lahir banyak tokoh intelektual dan pemimpin yang berkontribusi bagi kemajuan Papua, khususnya Maybrat,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya harmoni antara adat istiadat masyarakat Ayamaru, Aitinyo, dan Aifat (A3) dengan ajaran Gereja yang terus terjaga hingga saat ini. Selain itu, Paroki Santo Yosep Ayawasi dinilai berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan mempererat hubungan sosial masyarakat di wilayah pedalaman.

Sementara itu, Pastor Isack Bame dalam sambutannya mengajak umat menjadikan perayaan ini sebagai momentum refleksi iman. Ia menekankan pentingnya meneladani Santo Yosep sebagai sosok yang tulus, setia, dan bertanggung jawab dalam menjaga keluarga serta iman.
“Kita sudah dewasa dalam gereja ini. Perbedaan yang ada harus kita hilangkan, mari bersatu membangun umat Katolik yang kuat,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat gotong royong dan kemandirian umat, baik dalam kehidupan iman maupun dalam membangun kehidupan sosial dan ekonomi.

Perayaan HUT ke-70 ini tidak hanya menjadi ajang syukur, tetapi juga momentum penting untuk meninjau kembali peran Gereja dalam mencerdaskan dan memberdayakan masyarakat, sekaligus mendorong generasi muda agar lebih aktif dalam kegiatan gerejawi dan organisasi sosial keagamaan.

Dengan usia yang ke-70, Paroki Santo Yosep Ayawasi diharapkan terus bertumbuh sebagai pusat pembinaan iman dan pilar pembangunan masyarakat di Kabupaten Maybrat(Ones).