Belanda, Wabupapua.com — Fred Athaboe menegaskan bahwa pengampunan merupakan salah satu ajaran paling penting dalam kehidupan umat Kristen.
Hal tersebut disampaikannya melalui sebuah tulisan rohani yang mengajak umat percaya untuk memahami dan mempraktikkan pengampunan dalam kehidupan sehari-hari, sebagaimana Tuhan mengampuni manusia.
Dalam tulisannya, Fred Athaboe menjelaskan bahwa ajaran tentang pengampunan merujuk pada pengajaran Yesus Kristus dalam khotbah di Bukit Galilea. Dalam doa yang diajarkan kepada umat percaya, Yesus berkata: “Ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami” (Matius 6:12).
Menurutnya, pesan tersebut menegaskan bahwa pengampunan bukan sekadar perasaan atau emosi sesaat, melainkan keputusan hati yang harus diambil oleh setiap orang percaya. Jika seseorang mengampuni orang lain yang bersalah kepadanya, maka Tuhan juga akan mengampuni kesalahannya. Sebaliknya, apabila seseorang tidak mau mengampuni, maka pengampunan dari Tuhan pun dapat terhalang.
Fred Athaboe juga menyinggung pengajaran dari Derek Prince, yang menyatakan bahwa banyak orang Kristen tidak menerima jawaban doa karena masih menyimpan kemarahan, kebencian, dan dendam terhadap sesama. Sikap tersebut dinilai menjadi penghalang dalam kehidupan rohani seseorang.
Ia menjelaskan bahwa pengampunan merupakan tindakan yang lahir dari kehendak hati dan jiwa. Mengampuni berarti melepaskan “utang kesalahan” orang lain kepada kita dan menyerahkannya kepada Tuhan.
Tulisan tersebut juga mengingatkan peristiwa ketika Yesus Kristus disalibkan dan berdoa kepada Bapa dengan berkata: “Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat” (Lukas 23:34). Peristiwa ini menjadi teladan terbesar tentang kasih dan pengampunan bagi umat manusia.
Lebih lanjut, Fred Athaboe menegaskan bahwa kebencian, kemarahan, dan dendam yang disimpan dalam hati dapat merusak kehidupan rohani seseorang. Oleh karena itu, umat Kristen diajak untuk selalu mengampuni setiap orang yang bersalah kepada mereka.
Sebagai penutup, ia mengajak umat percaya untuk bersyukur kepada Tuhan Yesus atas pengorbanan-Nya di kayu salib di Golgota yang membawa keselamatan dan pengampunan bagi umat manusia. Umat Kristen pun didorong untuk menyatakan kesediaan mengampuni sesama sebagai bentuk ketaatan terhadap ajaran Tuhan.
Tulisan rohani ini diharapkan menjadi bahan refleksi iman bagi umat Kristen agar terus hidup dalam kasih, pengampunan, dan damai sejahtera dalam kehidupan sehari-hari;(Ones).




komentar terbaru