MAYBRAT, WABUMPAPUA.COM – Sejumlah warga Kampung Kokas, Distrik Aifat, Kabupaten Maybrat melakukan aksi pemalangan ruas jalan Sune–Kokas sebagai bentuk protes terhadap kontraktor yang belum melunasi pembayaran material proyek kepada masyarakat, Senin (13/4/2026).

Aksi pemalangan tersebut dipicu kekecewaan warga yang mengaku hingga kini belum menerima pembayaran atas material yang telah mereka sediakan dan digunakan dalam sejumlah pekerjaan pembangunan di Kampung Kokas.

Salah satu warga, Magdalena Tenau, menyampaikan bahwa masyarakat merasa dirugikan karena material lokal yang mereka siapkan telah dipakai dalam proyek, namun pembayaran dari pihak kontraktor belum juga diselesaikan.
“Material yang kami sediakan sudah digunakan untuk pekerjaan proyek, tetapi sampai sekarang belum dibayar. Kami hanya menuntut hak kami,” ujar Magdalena Tenau.

Berdasarkan keterangan warga, pekerjaan proyek tersebut ditangani oleh kontraktor lokal bernama YK yang diduga belum menyelesaikan kewajiban pembayaran kepada masyarakat penyedia material.
Material yang dipersoalkan warga diketahui digunakan dalam beberapa kegiatan pembangunan, di antaranya renovasi halaman SD YPK Efata Kocuwer serta pembangunan jalan cor di Kampung Kokas.

Masyarakat menyebutkan bahwa proyek tersebut merupakan bagian dari program pembangunan yang bersumber dari pemerintah daerah. Bahkan, menurut informasi yang beredar di masyarakat, anggaran proyek tersebut diduga telah dicairkan hingga 100 persen.

Namun demikian, pembayaran material kepada warga hingga saat ini belum dilakukan oleh pihak kontraktor.
Akibat kondisi tersebut, warga yang merasa dirugikan kemudian mengambil langkah dengan melakukan pemalangan di ruas jalan Sune–Kokas sebagai bentuk tuntutan agar kewajiban pembayaran segera diselesaikan.

Warga berharap pemerintah daerah Kabupaten Maybrat dapat turun tangan untuk memediasi persoalan tersebut agar hak masyarakat yang telah menyediakan material dapat segera dibayarkan dan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.

Masyarakat Kampung Kokas juga menegaskan bahwa aksi pemalangan jalan tersebut dilakukan sebagai langkah terakhir setelah menunggu cukup lama tanpa adanya kejelasan dari pihak kontraktor terkait pembayaran material yang telah digunakan dalam proyek pembangunan di kampung tersebut(Ones).