Maybrat, Wabumpapua.com – Anggota DPRK Kabupaten Maybrat dari Fraksi NasDem sekaligus Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRK Kabupaten Maybrat, Naftali Kambu, S.H., mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Maybrat yang telah meresmikan gedung baru Puskesmas Distrik Ayamaru Timur Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, Selasa (11/8/2026).

Naftali Kambu menyampaikan apresiasi tersebut setelah mengikuti langsung prosesi peresmian gedung Puskesmas Ayamaru Timur Selatan yang dilakukan oleh Bupati Maybrat Karel Murafer.

Menurut Naftali, pembangunan gedung Puskesmas tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya masyarakat di Distrik Ayamaru Timur Selatan dan wilayah sekitarnya.
“Kami selaku anggota DPRK dari daerah pemilihan III, khususnya masyarakat Ayamaru Timur Selatan, sangat mengapresiasi Bupati Maybrat yang telah meresmikan gedung Puskesmas ini,” ujar Naftali.

Ia menjelaskan, pembangunan gedung Puskesmas tersebut telah dimulai sejak pemerintahan sebelumnya dan telah lama selesai dibangun. Namun, gedung tersebut belum segera difungsikan karena masih menunggu sejumlah proses administrasi, termasuk registrasi dari kementerian kesehatan Republik Indonesia.

Naftali mengatakan, dalam setiap sidang DPRK, Fraksi NasDem terus menyampaikan aspirasi agar gedung Puskesmas yang sudah selesai dibangun tersebut segera diresmikan dan dimanfaatkan oleh masyarakat.
“Kami selalu menyampaikan dalam pandangan akhir Fraksi NasDem agar gedung ini segera diresmikan. Kalau gedung sudah selesai tetapi tidak digunakan dan tidak dirawat, tentu lama-kelamaan bisa rusak. Karena itu, kami bersyukur hari ini gedung tersebut sudah diresmikan oleh Bupati kabupaten Maybrat,” katanya.

Ia berharap keberadaan Puskesmas tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Ayamaru Timur Selatan, terutama dalam mempercepat akses pelayanan kesehatan.
“Harapan kami, Puskesmas ini benar-benar dapat dimanfaatkan untuk melayani masyarakat. Ketika ada masyarakat yang sakit atau membutuhkan pelayanan kesehatan, mereka tidak perlu lagi menempuh jarak yang jauh untuk mendapatkan pertolongan,” ujarnya.

Selain mengapresiasi peresmian gedung, Naftali Kambu juga meminta Pemerintah Kabupaten Maybrat segera menetapkan dan melantik Kepala Puskesmas Ayamaru Timur Selatan.
Menurutnya, keberadaan gedung yang representatif harus diikuti dengan kesiapan sumber daya manusia, obat-obatan, tenaga kesehatan, serta sarana dan prasarana pendukung lainnya.
“Kami berharap Bupati segera melantik Kepala Puskesmas. Kepala Puskesmas nantinya dapat melihat dan mendata apa saja yang masih kurang, baik obat-obatan maupun kebutuhan lainnya, sehingga kekurangan tersebut dapat disampaikan kepada dinas terkait untuk segera dipenuhi,” jelasnya.

Naftali menegaskan, peresmian gedung harus diikuti dengan pengoperasian pelayanan secara maksimal. Jangan sampai gedung sudah diresmikan, tetapi pelayanan kesehatan belum berjalan secara optimal karena belum adanya kepala Puskesmas maupun kelengkapan pendukung.
“Jangan sampai kita sudah resmikan gedungnya, tetapi kepala Puskesmas belum ada dan pelayanan belum berjalan. Karena itu, setelah peresmian ini harus segera ditindaklanjuti agar Puskesmas benar-benar berfungsi dan memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Naftali juga mendorong Pemerintah Kabupaten Maybrat segera menyelesaikan proses registrasi Puskesmas Ayamaru Timur Selatan agar dapat berdiri sendiri dan memiliki kemandirian dalam pengelolaan pelayanan kesehatan.

Ia menyebut, selama ini Puskesmas Ayamaru Timur Selatan masih berada dalam pembinaan Puskesmas Ayamaru Timur. Kondisi serupa, kata dia, masih terjadi pada sejumlah Puskesmas lainnya di Kabupaten Maybrat.
“Kami memahami bahwa selama ini masih menunggu proses registrasi dari kementerian. Tetapi kami berharap pemerintah daerah segera mengurus dan menyelesaikan registrasi tersebut agar Puskesmas ini dapat berdiri sendiri dan mandiri,” katanya.

Menurut Naftali, kemandirian Puskesmas penting agar pengelolaan tenaga kesehatan, kebutuhan obat-obatan, administrasi maupun berbagai kebutuhan pelayanan lainnya dapat dilakukan secara lebih efektif.
“Kalau sudah berdiri sendiri, semua kebutuhan personal, obat-obatan dan kebutuhan pelayanan lainnya dapat dikelola dengan baik. Dengan begitu, pelayanan kepada masyarakat juga bisa berjalan lebih maksimal,” pungkasnya(Ones).