Maybrat, Wabumpapua.Com — Massa yang mengatasnamakan Masyarakat Maybrat Pro Demokrasi dan Peduli HAM menyampaikan sejumlah tuntutan terkait situasi keamanan dan dugaan penembakan terhadap warga sipil di wilayah Aifat, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, Rabu(19/8/2026).

Dalam aksi tersebut, massa membawa spanduk berukuran besar yang memuat seruan kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Salah satu tuntutan utama yang disampaikan adalah menarik pasukan militer non-organik dari wilayah Maybrat dan Tanah Papua.

Selain itu, massa juga mendesak agar dugaan keterlibatan anggota TNI dalam penembakan terhadap warga sipil di Aifat segera diusut secara tuntas. Mereka meminta proses hukum dilakukan secara transparan serta pihak yang terbukti bertanggung jawab diberikan sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Tulisan pada spanduk aksi tersebut antara lain berbunyi, “Masyarakat Maybrat Pro Demokrasi dan Peduli HAM Mendesak Presiden Prabowo”, dengan dua tuntutan utama, yakni menarik pasukan militer non-organik dari Tanah Maybrat-Papua serta segera mengusut tuntas dan mencopot pelaku TNI yang disebut terlibat dalam penembakan warga sipil di Aifat.

Aksi tersebut juga memperlihatkan kehadiran massa dalam jumlah cukup banyak dengan membawa sejumlah bendera dan perangkat pengeras suara. Massa menyampaikan aspirasi secara terbuka dengan mengedepankan isu perlindungan masyarakat sipil, demokrasi, dan penegakan hak asasi manusia.

Tuntutan tersebut muncul di tengah persoalan keamanan yang telah lama menjadi perhatian di Kabupaten Maybrat. Sejumlah laporan dan kajian sebelumnya mencatat bahwa konflik bersenjata dan peningkatan kehadiran aparat keamanan di sejumlah wilayah Maybrat telah berdampak terhadap kondisi masyarakat sipil.

Masyarakat yang mengikuti aksi berharap pemerintah pusat dan pemerintah daerah memberikan perhatian serius terhadap kondisi keamanan di Maybrat, khususnya terkait perlindungan warga sipil serta penyelesaian setiap dugaan pelanggaran hukum melalui mekanisme yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Mereka juga menyerukan agar seluruh pihak menahan diri dan mengutamakan penyelesaian persoalan melalui jalur hukum dan dialog, sehingga situasi keamanan di Kabupaten Maybrat tetap kondusif serta masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman;(Ones).