Manokwari, Wabumpapua.com — Direktur PT. Perseman Manokwari, Yan Cristian Warinussy, menyerukan agar seluruh pihak yang terlibat dalam proses persiapan Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Barat mengedepankan prinsip fair play, persaingan sehat, serta menjunjung tinggi persatuan.
Pernyataan tersebut disampaikan Warinussy dalam kapasitasnya sebagai Direktur PT. Perseman Manokwari, badan usaha yang menurut keterangannya didirikan berdasarkan Akta Pendirian Nomor 05 tanggal 3 Desember 2011 oleh Notaris Priyohando Kudusilo di Manokwari dan menaungi pengelolaan klub Perseman Manokwari secara profesional.
Warinussy menegaskan, dirinya tidak bermaksud masuk ke dalam dukung-mendukung calon tertentu yang akan maju dalam bursa pemilihan Ketua Umum KONI Papua Barat.
Namun, ia mengingatkan seluruh kandidat agar menjadikan proses pemilihan sebagai momentum untuk membangun organisasi olahraga yang sehat dan profesional.
“Saya tidak bicara tentang calon-calon yang mau mencalonkan diri. Saya mau bicara tentang fair play dalam kompetisi dan persaingan untuk menjadi Ketua KONI Papua Barat,” ujar Warinussy, senin (24/8/2026).
Menurutnya, setiap figur yang memenuhi persyaratan dan memiliki kapasitas untuk memimpin KONI Papua Barat harus diberikan ruang yang sama untuk berkompetisi secara demokratis.
Ia menilai, seseorang yang pernah memiliki pengalaman memimpin cabang olahraga dan memenuhi persyaratan yang ditentukan penyelenggara Musorprov patut diberikan kesempatan untuk maju sebagai calon Ketua Umum KONI Papua Barat.
“Kalau pernah menjadi ketua cabang olahraga, entah atletik, sepak bola, bulu tangkis, panahan, menembak atau cabang olahraga lainnya, dan memenuhi persyaratan, silakan maju. Welcome. Silakan berkompetisi,” katanya.
Warinussy juga menilai langkah seorang calon untuk membangun komunikasi dan merangkul sejumlah ketua cabang olahraga sebagai bagian dari persiapan pencalonan merupakan hal yang wajar dalam proses demokrasi organisasi.
Karena itu, ia meminta para kandidat maupun pendukungnya tidak melakukan tekanan, upaya menjatuhkan, atau membangun narasi yang dapat memecah persatuan antarpengurus cabang olahraga.
“Tidak perlu saling menjatuhkan dan tidak perlu saling menekan. Bertarunglah secara fair,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Warinussy juga mengingatkan bahwa KONI Papua Barat memiliki pengalaman masa lalu yang harus menjadi pembelajaran bagi seluruh pihak.
Ia menyebut, dalam perjalanan kepengurusan KONI Papua Barat sebelumnya pernah muncul persoalan hukum yang menyeret sejumlah pihak hingga masuk dalam proses hukum.
Karena itu, siapa pun yang nantinya maju sebagai calon Ketua Umum KONI Papua Barat diminta berhati-hati dalam menjalankan amanah organisasi dan memastikan seluruh proses kepemimpinan maupun pengelolaan organisasi berjalan sesuai aturan.
“Siapa pun yang mencalonkan diri, hati-hati. KONI ini sudah pernah punya pengalaman dengan persoalan hukum. Ada yang diproses, ada yang ditahan, bahkan ada yang sampai dihukum melalui proses peradilan. Ini harus menjadi pembelajaran,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Warinussy mengingatkan agar proses pemilihan Ketua Umum KONI Papua Barat tidak dibawa ke arah politik identitas berdasarkan suku, kelompok maupun wilayah tertentu.
Menurutnya, Papua Barat merupakan daerah yang terbuka dan menjadi rumah bersama bagi masyarakat dari berbagai latar belakang.
“Papua Barat ini milik semua orang. Manokwari juga terbuka untuk semua. Jangan berpikir bahwa Manokwari dan Papua Barat hanya milik satu kelompok atau satu suku,” katanya.
Ia mengajak seluruh peserta Musorprov untuk membangun cara berpikir yang lebih nasionalis dan inklusif dengan melihat keberagaman masyarakat di Manokwari dan Papua Barat sebagai kekuatan bersama.
“Jangan terlalu berpikir sentris pada satu suku, satu kelompok atau satu lingkungan. Kita harus berpikir lebih nasionalis. Siapa saja anak Papua, anak Indonesia, memiliki kesempatan untuk mencalonkan diri sepanjang memenuhi kualifikasi dan persyaratan yang ditentukan,” tegas Warinussy.
Ia berharap seluruh tahapan menuju Musorprov KONI Papua Barat dapat berlangsung aman, tertib, demokratis dan bermartabat.
Menurutnya, pemilihan Ketua Umum KONI Papua Barat seharusnya tidak hanya menjadi ajang perebutan jabatan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan olahraga dan meningkatkan prestasi atlet Papua Barat.
“Bersainglah secara sehat. Hormati sesama calon, hormati cabang olahraga dan hormati proses organisasi. Siapa pun yang terpilih nantinya harus mampu membawa olahraga Papua Barat menjadi lebih baik,” pungkasnya(Ones).




komentar terbaru