Maybrat, Wabumpapua.Com — Anggota Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Barat Daya (MRP PBD), Demas Idie, melaksanakan kegiatan penyerapan aspirasi masyarakat terkait perencanaan, pengelolaan, penggunaan, dan pengawasan Dana Otonomi Khusus (Otsus), sekaligus membahas dukungan terhadap program ketahanan pangan di Distrik Aitinyo Raya, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya.

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 26 Agustus 2026, tersebut dihadiri sekitar 50 peserta yang terdiri dari unsur pemerintah distrik, kepala-kepala kampung, tokoh masyarakat, serta masyarakat setempat.

Dalam kegiatan tersebut, aspirasi masyarakat terbagi dalam dua fokus utama, yakni sekitar 50 persen berkaitan dengan penyaluran dan pengelolaan Dana Otsus serta 50 persen lainnya terkait dukungan dan pengembangan program ketahanan pangan di wilayah Distrik Aitinyo Raya.

Masyarakat menyampaikan bahwa Dana Otsus selama kurang lebih empat tahun belum dirasakan secara optimal manfaatnya hingga tingkat distrik dan kampung. Karena itu, masyarakat meminta MRP PBD dapat menindaklanjuti aspirasi tersebut dan menyampaikannya kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya maupun Pemerintah Kabupaten Maybrat.

Masyarakat juga mempertanyakan hambatan yang menyebabkan program-program yang bersumber dari Dana Otsus belum berjalan secara optimal. Mereka berharap program Otsus, termasuk Program RESPEK dan berbagai bentuk bantuan lainnya, dapat kembali direalisasikan dan disalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat di kampung-kampung.

Selain persoalan penyaluran, masyarakat meminta adanya keterbukaan dan transparansi mengenai besaran Dana Otsus yang diterima dari Pemerintah Pusat, mekanisme penyalurannya kepada pemerintah provinsi dan kabupaten, hingga realisasi penggunaannya di tingkat distrik dan kampung.

Masyarakat berharap MRP PBD dapat mendorong pemerintah provinsi dan kabupaten agar lebih serius, transparan, dan sungguh-sungguh dalam mengelola serta menyalurkan Dana Otsus sesuai peruntukannya dengan tetap memperhatikan kebutuhan masyarakat.

Dorong Penguatan Ketahanan Pangan
Selain Dana Otsus, masyarakat Aitinyo Raya menyampaikan aspirasi mengenai penguatan program ketahanan pangan. Masyarakat meminta dukungan berupa bantuan pupuk, bibit tanaman, peralatan pertanian, serta dukungan pembukaan dan pengolahan lahan pertanian.

Dukungan tersebut dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas masyarakat di bidang pertanian, perkebunan, dan peternakan, sehingga kebutuhan pangan dapat dipenuhi secara mandiri sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat.

Masyarakat juga menyampaikan aspirasi kepada Presiden Republik Indonesia dan Menteri Pertanian agar memberikan perhatian terhadap pengembangan sektor perikanan air tawar di wilayah Aitinyo Raya.
Salah satu potensi yang diharapkan dapat dikembangkan adalah Bendungan Sritabam dan Danau Uter. Pengembangan perikanan air tawar di kedua wilayah tersebut dinilai memiliki potensi untuk menjadi salah satu sumber ekonomi baru bagi masyarakat.

Masyarakat berharap pengembangan pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan dukungan pemerintah. Dengan demikian, masyarakat Maybrat diharapkan mampu meningkatkan kemandirian ekonomi, mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar daerah, sekaligus membuka lapangan usaha baru.

Melalui kegiatan penyerapan aspirasi tersebut, MRP PBD diharapkan dapat menjadi jembatan antara masyarakat dengan pemerintah dalam memperjuangkan pemerataan pembangunan, optimalisasi Dana Otsus, serta penguatan ketahanan pangan di wilayah Papua Barat Daya, khususnya Kabupaten Maybrat(yunias).