Maybrat, Wabumpapua.com — Pemerintah Kabupaten Maybrat menegaskan pentingnya percepatan pendataan terpilah Orang Asli Papua (OAP) sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan sekaligus memastikan pengelolaan Dana Otonomi Khusus (Otsus) tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Maybrat, Ferinandus Taa, SH., M.Si., dalam kegiatan audiensi dan rapat percepatan pendataan terpilah OAP serta program prioritas Otsus Kabupaten Maybrat yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Bupati Maybrat, Selasa (15/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri para Asisten Sekretariat Daerah Kabupaten Maybrat, Staf Ahli Bupati, pimpinan dan perwakilan SKALA, Plt. Inspektur Kabupaten Maybrat, Kepala Bappeda, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta peserta audiensi dan rapat.
Dalam sambutannya, Sekda Ferinandus Taa mengatakan, pendataan terpilah OAP tidak boleh dipandang hanya sebagai kegiatan administratif untuk mengumpulkan data. Menurutnya, data tersebut merupakan fondasi penting dalam memastikan kebijakan pembangunan dan pengelolaan Dana Otsus benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya OAP.
“Kualitas kebijakan sangat ditentukan oleh kualitas data yang kita miliki. Data yang tidak lengkap akan menghasilkan perencanaan yang tidak tepat. Perencanaan yang tidak tepat akan menghasilkan penganggaran yang tidak tepat, dan pada akhirnya program yang dilaksanakan belum tentu memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat,” tegasnya.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Maybrat memandang percepatan pendataan terpilah OAP harus menjadi agenda bersama seluruh perangkat daerah dan tidak hanya menjadi tanggung jawab satu OPD tertentu.
Data OAP, kata dia, harus tersedia secara akurat, mutakhir, terpilah, dapat diverifikasi, serta dapat digunakan sebagai dasar dalam penyusunan perencanaan, penganggaran, pelaksanaan hingga evaluasi pembangunan.
Selain pendataan OAP, Sekda juga menekankan pentingnya penguatan program prioritas yang bersumber dari Dana Otsus.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan Dana Otsus tidak semata-mata diukur dari tingkat penyerapan anggaran secara administratif, tetapi harus dilihat dari dampak yang dihasilkan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Maybrat, terutama OAP.
Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang harus dihubungkan secara konsisten, yakni data, perencanaan dan anggaran yang bermuara pada hasil serta dampak.
Data yang tersedia harus menjadi dasar untuk mengidentifikasi persoalan dan kebutuhan masyarakat. Selanjutnya, hasil identifikasi tersebut digunakan dalam menyusun perencanaan dan menetapkan program prioritas.
“Penganggaran harus diarahkan untuk mendukung program tersebut, dan pelaksanaannya harus dapat diukur berdasarkan hasil serta manfaat yang diterima masyarakat,” ujarnya.
Dengan pendekatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Maybrat berharap pengelolaan Dana Otsus semakin tepat sasaran, transparan, akuntabel, terukur, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Lebih lanjut, Sekda Maybrat menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antar-OPD dalam mendukung pendataan terpilah OAP.
Ia menjelaskan, masing-masing OPD memiliki data, tugas, fungsi dan program yang berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat.
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil memiliki data kependudukan, Dinas Kesehatan memiliki data kesehatan, Dinas Pendidikan memiliki data pendidikan, sedangkan Dinas Sosial memiliki data kelompok rentan.
Sementara itu, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Kampung memiliki data terkait kampung dan masyarakat, Bappeda berperan dalam koordinasi perencanaan, sedangkan BPKAD memiliki peran penting dalam pengelolaan serta penganggaran keuangan daerah.
Menurut Sekda, apabila seluruh data tersebut berjalan sendiri-sendiri, pemerintah akan mengalami kesulitan memperoleh gambaran yang utuh mengenai kondisi OAP di Kabupaten Maybrat.
Karena itu, dibutuhkan interoperabilitas dan integrasi data sehingga data dari berbagai OPD dapat saling melengkapi dan digunakan secara bersama dalam mendukung pengambilan keputusan pemerintah daerah.
“Mari kita jadikan data sebagai dasar pengambilan keputusan, perencanaan sebagai instrumen untuk menjawab kebutuhan masyarakat, dan Dana Otsus sebagai instrumen pembangunan yang memberikan manfaat nyata,” ajaknya.
Mengakhiri sambutannya, Sekda Ferinandus Taa secara resmi membuka kegiatan audiensi dan rapat percepatan pendataan terpilah OAP serta program prioritas Otsus Kabupaten Maybrat.
Ia berharap seluruh pihak yang terlibat dapat bekerja secara bersama-sama, membangun koordinasi dan sinergi yang kuat sehingga pendataan OAP serta pelaksanaan program prioritas Otsus dapat berjalan secara efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan hikmat dan penyertaan kepada kita dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab bagi masyarakat dan pembangunan Kabupaten Maybrat,” pungkasnya(Ones).




komentar terbaru