Maybrat, Wabumpapua.com — Usai menjalankan aktivitas kedinasan di kantor, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Maybrat, Ferdinandus Taa, S.H., M.Si., menyempatkan diri mengunjungi Pasar Kumurkek, Selasa (15/9/2026) sore.

Kedatangan Ferdinandus Taa ke pasar tersebut bukan sekadar untuk berbelanja. Kehadirannya menjadi bentuk perhatian dan dukungan terhadap mama-mama Papua yang setiap hari berjualan berbagai kebutuhan guna memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

Setibanya di Pasar Kumurkek, Ferdinandus disambut hangat oleh para mama-mama Papua yang sedang menjajakan dagangan. Kehadiran Sekda mendapat respons positif karena dinilai menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap masyarakat kecil, khususnya para pedagang perempuan yang menggantungkan kehidupan keluarga dari hasil berjualan di pasar.

Ferdinandus berbelanja berbagai barang dagangan, mulai dari sayur-mayur, makanan, hingga sejumlah kebutuhan dapur lainnya.
Menjelang sore, ketika kondisi pasar mulai sepi, Ferdinandus melihat masih terdapat sejumlah mama-mama yang dagangannya belum habis terjual. Ia kemudian berinisiatif membeli atau memborong sejumlah dagangan tersebut hingga habis.

Menurut Ferdinandus, dirinya merasa senang dapat berbelanja langsung kepada mama-mama Papua yang berjualan di pasar.
Baginya, transaksi sederhana yang dilakukan secara langsung dengan pedagang lokal memiliki arti penting karena turut membantu menggerakkan perekonomian masyarakat.
“Saya merasa senang bisa berbelanja langsung kepada mama-mama Papua. Uang yang kita belanjakan kepada mama-mama ini bagaimana bisa membantu memenuhi kebutuhan mereka, baik untuk kebutuhan sosial, ekonomi maupun pendidikan anak-anak,” ujar Ferdinandus.

Kepedulian Ferdinandus terhadap pedagang lokal ternyata tidak hanya dilakukan di Pasar Kumurkek.
Ia mengaku beberapa kali berbelanja langsung kepada mama-mama Papua di sejumlah wilayah Kabupaten Maybrat, termasuk di Ayamaru, Aitinyo, hingga kawasan pos perbatasan.

Sikap tersebut membuat sosok Ferdinandus Taa tidak asing bagi sebagian mama-mama pedagang. Ia dikenal senang membeli hasil kebun maupun barang dagangan yang dijual langsung oleh masyarakat.

Ferdinandus berharap kebiasaan berbelanja kepada pedagang lokal tersebut dapat berkembang menjadi gerakan bersama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Maybrat.
Ia secara khusus mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Maybrat untuk memberikan dukungan nyata kepada mama-mama Papua dengan membeli kebutuhan sehari-hari dari hasil jualan mereka.

Menurutnya, langkah sederhana tersebut dapat membantu menjaga perputaran ekonomi masyarakat tetap hidup sekaligus memberikan ruang bagi pedagang lokal untuk terus berkembang.
“Harapan kami, seluruh ASN di lingkup Pemerintah Kabupaten Maybrat dapat berbelanja di pasar mama-mama Papua yang mempunyai barang jualan, sehingga perputaran ekonomi masyarakat tetap hidup,” harapnya.

Bagi para pedagang kecil, perhatian seperti yang dilakukan Sekda Maybrat tersebut bukan hanya persoalan dagangan yang habis terjual. Lebih dari itu, kehadiran dan kepedulian pemerintah menjadi dukungan moral bahwa masyarakat kecil, khususnya mama-mama Papua, tetap mendapat perhatian dalam pembangunan daerah.

Melalui kebiasaan berbelanja langsung kepada pedagang lokal, diharapkan roda perekonomian masyarakat di Kabupaten Maybrat dapat terus bergerak dari tingkat paling bawah;Pungkasnya (Ones).