Sorong, Wabumpapua.Com – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Papua Barat Daya, Drs. George Japsenang, M.Si, yang diwakili Kepala Bidang Kesatuan Bangsa Libert M. Siagian, M.Si, membuka kegiatan Seminar Wawasan Kebangsaan sekaligus Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) Barisan Merah Putih Republik Indonesia (BMP RI) Provinsi Papua Barat Daya, Kamis (17/9/2026).

Kegiatan tersebut mengusung tema “Peran Generasi Muda sebagai Agen Perubahan dalam Merajut Kebersamaan dan Kebinekaan di Provinsi Papua Barat Daya.”

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Barat Daya Alfons Kambu, serta para ketua, sekretaris, dan bendahara BMP RI dari kabupaten/kota se-Provinsi Papua Barat Daya.

Dalam sambutan yang disampaikan mewakili Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, Libert M. Siagian menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada jajaran BMP RI Provinsi Papua Barat Daya yang telah menyelenggarakan seminar wawasan kebangsaan dan Rapimda.

Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki arti penting, khususnya dalam memperkuat pemahaman kebangsaan di tengah keberagaman masyarakat Papua Barat Daya.

Ia menekankan bahwa wawasan kebangsaan bukan sekadar materi yang dipelajari di sekolah atau perguruan tinggi, tetapi harus diwujudkan melalui sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
“Empat hal ini bukan hanya dilakukan di kampus atau di sekolah, tetapi empat hal ini adalah cara kita bersikap sehari-hari,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.

Ia menjelaskan, nilai kebangsaan dapat terlihat dari berbagai tindakan sederhana, seperti tidak menyebarkan kabar yang belum jelas kebenarannya, menghargai sesama tanpa membedakan suku maupun agama, serta mampu hidup berdampingan dalam perbedaan.

Menurutnya, semangat kebinekaan harus menjadi kekuatan dalam membangun Papua Barat Daya sebagai daerah yang masyarakatnya memiliki latar belakang suku, agama dan budaya yang beragam.
“Berbeda-beda tetapi tetap satu dan tetap saling menghormati,” menjadi salah satu pesan yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.

Lebih lanjut disampaikan bahwa Papua Barat Daya, khususnya kawasan Sorong, merupakan daerah yang memiliki kemajemukan masyarakat. Masyarakat adat Papua hidup berdampingan dengan masyarakat yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.

Kemajemukan tersebut, menurutnya, merupakan kekayaan yang harus dijaga bersama dan bukan menjadi beban.

Kondisi tersebut juga tidak terlepas dari peran para tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, serta seluruh elemen masyarakat yang selama ini turut menjaga kehidupan sosial yang harmonis.
“Tugas kita hari ini adalah memastikan warisan itu tidak putus. Kita terus berusaha, kita terus bina,” pesannya.

Ia juga menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keberagaman dan persatuan bangsa, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan yang berkembang di era digital.

Dalam sambutannya, Libert menyebut ancaman terhadap persatuan dan kesatuan saat ini tidak selalu datang dari luar, tetapi juga dapat muncul dari dalam kehidupan masyarakat sendiri.

Salah satu tantangan yang disoroti adalah penyebaran berita bohong atau hoaks yang dapat berlangsung sangat cepat melalui media digital.
Selain itu, perbedaan pilihan yang tidak dikelola dengan baik juga berpotensi menimbulkan konflik dan merusak hubungan sosial antarmasyarakat.

Ia turut menyinggung persoalan intoleransi, pengaruh negatif ruang digital terhadap anak-anak dan mahasiswa, serta ancaman minuman keras dan narkoba yang dinilai dapat merusak masa depan generasi muda.
“Ini nyata dan tidak bisa diselesaikan hanya dengan peraturan atau regulasi, tetapi bisa diselesaikan bila generasi ini sendiri berhasil,” tegasnya.

Karena itu, generasi muda Papua Barat Daya diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi dan media sosial, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang ikut menjaga persatuan, toleransi, kebinekaan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Selain seminar wawasan kebangsaan, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Rapimda BMP RI Provinsi Papua Barat Daya.
Forum tersebut dihadiri jajaran pengurus BMP RI dari kabupaten/kota di Provinsi Papua Barat Daya untuk memperkuat konsolidasi organisasi serta membangun kesamaan komitmen dalam menjaga wawasan kebangsaan di daerah.

Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, organisasi masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda dan seluruh elemen masyarakat.

Seminar wawasan kebangsaan dan Rapimda BMP RI diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menghasilkan komitmen bersama untuk menjaga kebersamaan, menghormati perbedaan dan memperkuat persatuan di Provinsi Papua Barat Daya(Ones).