Maybrat, wabumpapua.com — Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Distrik Ayamaru, Apilius Laurens Bless, S.IP, secara resmi membuka kegiatan Pelatihan Anyaman Tenun Boirim yang diselenggarakan oleh Dinas kepemudaan,Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Provinsi Papua Barat Daya, bertempat di Distrik Ayamaru, Kabupaten Maybrat, pada 15–16 Desember 2025.

Dalam sambutannya, Apilius Laurens Bless menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini sangat penting dalam upaya pelestarian budaya lokal sekaligus mendorong pengembangan sektor ekonomi kreatif masyarakat, khususnya bagi generasi muda dan anggota sanggar seni di Kabupaten Maybrat.

Ia menegaskan bahwa keterampilan anyaman dan tenun tradisional merupakan warisan budaya yang memiliki nilai seni serta nilai ekonomi, sehingga perlu terus dijaga, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Pelatihan Anyaman Tenun Boirim ini diharapkan dapat menjadi wadah peningkatan kapasitas bagi para peserta, sekaligus membuka peluang usaha berbasis budaya lokal yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan tersebut diikuti oleh peserta dari berbagai sanggar seni dan masyarakat setempat, dengan pendampingan dari pelatih yang berpengalaman di bidang tenun tradisional.

Melalui pelatihan ini, Pemerintah Daerah berharap tenun khas Boirim semakin dikenal luas, dilestarikan, dan dikembangkan sebagai salah satu potensi unggulan Kabupaten Maybrat di Provinsi Papua Barat Daya.

Sementara itu, Aksamina Kambu, S.Kk, selaku Ketua Sanggar FURKAK GURIRIN, menyampaikan terima kasih kepada Dinas kepemudaan,Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Provinsi Papua Barat Daya atas dukungan pendanaan dan perhatian yang diberikan sehingga pelatihan anyaman tenun kain timur bermotif khas Kabupaten Maybrat dapat terlaksana dengan baik.

Ia menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan agar anggota sanggar dapat mengenal serta memahami proses pembuatan kain tenun timur, termasuk berbagai motif khas daerah seperti motif tifa dan motif tradisional lainnya. Menurutnya, keterampilan menenun tidak hanya bernilai budaya, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan menjadi usaha mandiri.

“Selama ini, ketika membutuhkan kain timur untuk keperluan adat atau denda adat, kita sering membelinya. Melalui pelatihan ini, kita ingin agar masyarakat Maybrat mampu membuat sendiri kain tenun tersebut dan mengembangkannya sebagai potensi ekonomi kreatif,” ujarnya.

Aksamina Kambu juga menekankan pentingnya regenerasi penenun agar warisan budaya tenun kain timur tetap terjaga dan tidak punah. Ia berharap para anggota sanggar yang telah memiliki keterampilan dapat membagikan ilmunya kepada generasi muda dan anggota baru, sehingga semakin banyak masyarakat yang mampu menenun kain tradisional khas Maybrat.

Pelatihan Anyaman Tenun Boirim Maybrat ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi peserta serta menjadi langkah strategis dalam pelestarian budaya dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor ekonomi kreatif di Kabupaten Maybrat.