MAYBRAT, WABUMPAPUA.COM — Dinas Kesehatan Kabupaten Maybrat melalui Bidang Kesehatan Masyarakat menggelar kegiatan Rapat Koordinasi Implementasi Jejaring Program Gizi, Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), serta Kesehatan Reproduksi di Kumurkek, Kamis (20/5/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Maybrat, Marta Naa, S.Tr.Keb selaku Ketua Panitia. Rakor ini dihadiri Bupati Maybrat, perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat Daya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maybrat beserta jajaran, para Kepala Puskesmas se-Kabupaten Maybrat, perwakilan DPRK Maybrat, pengelola program gizi, KIA dan kesehatan reproduksi dari 20 Puskesmas, serta utusan dari Rumah Sakit Pratama Kabupaten Maybrat.

Dalam laporan panitia, Marta Naa menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan program kerja Bidang Kesehatan Tahun 2026 sebagai upaya memperkuat koordinasi lintas program dan lintas sektor dalam pelayanan kesehatan, khususnya program gizi, kesehatan ibu dan anak, serta kesehatan reproduksi.
“Kegiatan ini juga merupakan bagian dari kebijakan pemerintah dalam percepatan penurunan stunting dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak serta kesehatan reproduksi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tujuan kegiatan tersebut antara lain meningkatkan koordinasi dan sinergi jejaring pelayanan program gizi, KIA dan kesehatan reproduksi, menyamakan persepsi dalam implementasi program di tingkat pelayanan kesehatan, serta mengidentifikasi berbagai persoalan dan rencana tindak lanjut untuk peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Kabupaten Maybrat.

Kegiatan yang berlangsung pada 20–21 Mei 2026 itu diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri dari perwakilan Dinas Kesehatan, Kepala Puskesmas, pengelola program gizi, pengelola program KIA dan kesehatan reproduksi, penanggung jawab bidang kesehatan ibu dan anak, mitra lintas sektor, serta pihak terkait lainnya.
Sumber pendanaan kegiatan berasal dari DPA/DIPA Dinas Kesehatan Kabupaten Maybrat Tahun Anggaran 2026. Adapun bentuk kegiatan meliputi pemaparan materi, diskusi, koordinasi teknis, serta penyusunan rencana tindak lanjut.

Dalam kesempatan tersebut, panitia juga menyampaikan arahan Bupati Maybrat yang menekankan bahwa peningkatan derajat kesehatan masyarakat tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri, tetapi membutuhkan kolaborasi dan komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, tenaga kesehatan, maupun masyarakat.

Bupati juga menegaskan pentingnya penguatan jejaring pelayanan kesehatan, terutama dalam penanganan masalah gizi, kesehatan ibu dan anak, serta kesehatan reproduksi sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi yang sehat dan berkualitas.

Selain itu, seluruh fasilitas pelayanan kesehatan diharapkan mampu meningkatkan koordinasi, ketepatan pelaporan, kualitas pelayanan, serta respons cepat terhadap berbagai persoalan kesehatan di masyarakat, khususnya dalam percepatan penurunan stunting dan angka kematian ibu dan anak.

Melalui kegiatan koordinasi tersebut, diharapkan terbangun sinergi lintas program dan lintas sektor yang semakin kuat sehingga implementasi program kesehatan di lapangan dapat berjalan lebih efektif, terintegrasi, dan berkelanjutan demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Maybrat(Ones).